Masyarakat Diminta Bersiap Hadapi Kenaikan Harga BBM

oleh

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang meminta masyarakat bersiap menghadapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi bagi kendaraan roda empat atau lebih yang menggunakan plat hitam. <p style="text-align: justify;">"Rencananya, harga BBM bersubsidi dibagi dua, yakni roda dua dan kendaraan berplat kuning Rp4.500 per liter, dan kendaraan berplat hitam yang belum ditentukan dan masih dibahas. Kalau nonsubsidi harganya sesuai peraturan yang berlaku," ungkapnya di Palangka Raya, Senin.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut dia, pihaknya telah bertemu dengan GM Marketing Operation PT Pertamina Regional VI, di Jakarta untuk membahas persiapan adanya rencana pemerintah mengendalikan BBM bersubdisi melalui kebijakan penetapan dua harga.</p> <p style="text-align: justify;">Orang nomor satu di "Bumi Tambun Bungai" itu mengatakan akan menyikapi kebijakan tersebut dengan melakukan pertemuan dalam waktu dekat dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) yang ada di Kalteng dan PT Pertamina.</p> <p style="text-align: justify;">"Dalam pertemuan itu akan dibahas kesiapan SPBU merealisasikan rencana dan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah pusat. Ini harus ditentukan lokasi SPBU yang menjual BBM bersubsidi bagi roda dua dan plat kuning, maupun kendaraan plat hitam," ujar Teras.</p> <p style="text-align: justify;">Gubernur Kalteng itu tidak mempermasalahkan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah pusat sepanjang memberikan kebaikan bagi semua pihak.</p> <p style="text-align: justify;">Dirinya sekarang ini lebih fokus pada penyediaan BBM Bersubsidi yang masih menjadi masalah di "Bumi Pancasila".</p> <p style="text-align: justify;">Di tahun 2013, pemerintah pusat hanya menyediakan kuota BBM bersubsidi di Kalteng untuk jenis premium 339.340 kiloliter, solar 193.373 kiloliter dan minyak tanah 188.449 kiloliter.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara usulan Kalteng untuk jenis premium 460 ribu kiloliter, solar 280 ribu kiloliter dan minyak tanah 145.432 kiloliter.</p> <p style="text-align: justify;">"Dari data itu jelas BBM bersubsidi jenis premium dan solar masih sangat banyak kekurangannya. Kalteng akan kembali menyurati BPH Migas selaku yang berwenang untuk menambah kuota," kata Teras. <strong>(phs/Ant)</strong></p>