Masyarakat Embaloh Hulu Dan TNBK Tandatangani MoU

oleh

Kurang lebih tiga bulan lamanya masyarakat Suku Dayak di Kecamatan Embaloh Hulu dengan pihak Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Seksi Wilayah I Mataso, mencari jalan keluar terhadap persoalan kedua bela pihak, hingga pada akhirnya dilaksanakan penandatangan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding(MoU) masyarakat suku dayak Kecamatan Embaloh Hulu dengan pihak TNBK yang dilaksanakan di Gedung serba guna paroki Santo Martinus, di Dusun Keram Desa Banua Martinus Kecamatan Embaloh Hulu, sekitar pukul 10.37 Wib, pada Rabu (08/06/2011) lalu. Yang dihadiri sekitar 250 orang. <p style="text-align: justify;">Tampak hadir juga untuk menyaksikan kegiatan tersebut Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, SH, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade Zulkifli dan Anggotanya Robet, SH, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kapuas Hulu, Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Dra. Claudia Ani, Staf Ahli bidang Konservasi dan wilayah Perbatasan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Drs. Alexnader Robonang, Msi, seluruh Kepala Desa dan Kepala Dusun se- Kecamatan Embaloh Hulu, tokoh adat, masyarakat, agama, dan pemuda Kecamatan Embaloh Hulu, serta sejumlah Unsur Muspida di Lingkungan Pemerintahan Kapuas Hulu, dan Unsur Muspika Kecamatan Embaloh Hulu. <br /><br />Untuk mewakili Suku Dayak yang ada di Kecamatan Embaloh Hulu, penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh empat Tamanggung yaitu Tamanggung Suku Dayak Tamambaloh Pius Onyang, ST, Tamanggung Suku Dayak Iban F.M Tigang, Tamanggung Suku Dayak Tamambaloh Labian, Antonius Leo Pameang, Tamanggung Suku Dayak Tamambaloh Apalin, Moses Salo, sementara itu dari pihak TNBK langsung dilakukan oleh Kepala Balai Besar TNBK, Dr. Ir. Joko Prihatno,MM, sedangkan untuk saksinya Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M. Zulkifli dan Drs. Alexander Rombonang,MMA. <br /><br />Dalam sambutan Ketua Panitia Viktor Guran mengatakan bahwa kesepakatan tersebut dibuat untuk  menciptakan kesinergian masyarakat di kecamatan Embaloh Hulu dengan pihak TNBK dalam mengelola kawasan TNBK, diharapkan setelah penandatangan MoU tersebut kedepannya tidak ada lagi permasalahan baru yang muncul.</p> <p style="text-align: justify;">“Kesepakatan ini sangat berguna untuk masyarakat adat yang notabenenya sudah menjaga hutan dan tinggal secara turun temurun sejak nenek moyang,” ujarnya. <br /><br />Mewakili empat ketamanggungan di Kecamatan Embaloh Hulu, dalam sambutannya Pius Onyang, ST selaku Tamanggung Suku Dayak Tamambaloh mengatakan bahwa adanya kesepakatan antara TNBK dengan masyarakat adat merupakan sejarah untuk yang pertama kalinya di Kecamatan embaloh Hulu, bahkan mungkin kata Onyang di Kabupaten Kapuas Hulu. <br /><br />“Sudah sekian lama Kami meminta agar adanya kesepakatan secara tertulis baru kali ini terealisasi, dengan melewati berbagai macam perjuangan, Kami tidak ingin di bohongi, karena sebelum adanya TNBK Kami secara turun temurun sejak nenek moyang kami sudah menjaga hutan,” ungkapnya serius. <br /><br />Tidak hanya itu Onyang juga menyampaikan rasa bangganya, yang mana akhirnya pihak TNBK dan masyarakat Kecamatan Embaloh Hulu ada kesepakatan secara tertulis, dengan demikian diharapakan adanya keterbukaan dan kerjasama masayrakat dan TNBK dalam pengelolaan wilayah TNBK. <br /><br />“Jangan adalagi hal yag ditutup-tutupi, mari Kita bergandeng tangan dalam pengelolaan TNBK, Kami tidak ingin dijadikan sebagai penonton, Kami juga ingin menikmati hasil hutan yang ada di wilayah Kami,” cetusnya. <br /><br />Sambutan Sofian selaku Kasi Pemerintahan yang mewakili Camat Embaloh Hulu juga menilai bahwa hal tersebut merupakan sejarah bagi masyarakat adat di Kecamatan Embaloh Hulu, dan kesepakatan tersebut sudah selayaknyalah dibuat dan ditandatangani agar tercipta kesinergian, untuk itu diharapkan penandatanganan nota kesepakatan tersebut tidak hanya seromonial saja, tetapi mesti diterapkan dan tidak boleh di langgar. <br /><br />Sedangkan dalam sambutan Kepala Balai Besar TNBK Dr. Ir. Joko Prihatno, MM mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pengalaman baru bagi TNBK dan untuk dirinya yang baru bertugas di Kapuas Hulu, dan tentunya pihaknya akan terus berupaya untuk terus melakukan kerjasama dengan masyarakat, dan tentunya dengan adanya kesepakatan tersebut dapat tercipta kesinergian TNBK dengan masyarakat adat dan kearipan masyarakat.<br /><br />Terkait MoU tersebut diharapkan dapat mengoptmialkan pengelolaan kawasan TNBK, tentunya untuk kesejahteraan masyarakat.  Selain itu Joko juga dengan singkat menjelaskan fungsi kehadiran TNBK diantarnya perlindungan, pengawasan dan pemanfaatan hutan, untuk itu Joko menegaskan bahwa kawasan TNBK boleh dimanfaatkan dan dikelola namun harus sesuai peraturan yang berlaku. <br /><br />“Sesungguhnya kawasan TNBK boleh dikelola, tetapi jangan sampai melanggar peraturan yang berlaku, untuk itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak termasuk lapisan masyarakat, dari awal Saya mengatakan bahwa TNBK tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak termasuk masyarakat,” ungkapnya.  <br /><br />Selain itu dalam Sambutan Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M Zulkifli mengatakan  bahwa hal tersebut merupakan suatu kemajuan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, diharapkan dengan keadiran TNBK mampu untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat yang termasuk dalam kawasan TNBK termasuk di Kecamatan Embaloh Hulu. Tidak hanya itu, diharapkan juga masyarakat dilibatkan langsung dalam pengelolaan wilayah TNBK sehingga masyarakat bukan hanya sekedar menonton, tetapi bisa meningkatinya. <br /><br />Sementara itu Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, SH menggungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kapuas Hulu menyambut baik dengan itikad baik dari TNBK dan masyarakat Kecamatan Embaloh Hulu yang telah membuat kesepakatan, hal seperti inilah yang diharapakn kata Agus segala persolan dapat diselasikan tanpa adanya tindak kekerasan. Apapun persoalanya jika dikoordiansikan di komunikasikan dengan baik maka persolan tersebut pasti bisa diselsaiakan dengan baik pula. <br /><br />Agus menjelaskan bahwa adat istiadat berlaku kesemua pihak bukan hanya untuk masyarakat setempat tetapi bagi semua orang yang tinggal didaerah tersebut seperti halnya juga TNBK yang keberadaanya ada di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu.<br /><br />”Kata pepatah mengatakan bahwa dimana bumi dipijak disitu langit dijinjing, dan ini terjadi di Embaloh Hulu, adanya saling menghargai antara masyarakat adat dan pihak TNBK, ini terbukti adanya kesepakatan,” ujarnya.<br /> <br />Dalam kesempatan tersebut Agus juga berpesan agar pihak TNBK dan masyarakat terus melakukan komunikasi dan koordinasi sehingga tercipta kerjasama yang lebih baik kedepannya, selain itu kata Agus bahwa keberadaan TNBK juga sangat sulit untuk ditolak karena memang sudah ditentukan oleh pemerintah, jadi diharapkan masyarakat mengambil sisi positifnya. <br /><br />“Bangunlah terus komunikasi dan koordinasi sehingga tercipta kesinergian dan meminimalisir kemungkinan persoalan,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>