Home / Tak Berkategori

Masyarakat Embaloh Hulu Tolak Mentah-Mentah Perkebunan Sawit

- Jurnalis

Selasa, 13 Maret 2012 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Kecamatan Embaloh Hulu kembali menolak mentah-mentah akan masuknya perusahaan perkebunan sawit PT. Rimba Utara dan PT. Kencana Alam Permai Grup ke wilayah Embaloh Hulu, ironisnya sosialisasi yang dijadwalkan pada Minggu (11/03/2012), di Gedung Paroki Martinus , tidak dihadiri oleh pihak perusahaan, akibatnya sekitar 500 orang perwakilan masyarakat yang hadiri di Gedung Paroki Martinus merasa dibohongi. Tidak tanggung-tanggung sejumlah uang sebesar Rp. 750.000 dan nasi kotak sebanyak 200 kotak ditolak oleh masyarakat. <p style="text-align: justify;">Temenggung Suku Dayak Tamambaloh, Pius Onyang mengatakan bahwa ketidak hadirian pihak perusahaan tersebut merupakan bukti ketidak seriusan perusahaan, menurutnya hal tersebut merupakan pelecehan bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Embaloh Hulu. <br /><br />“Pihak perusahaan telah membohongi masyarakat, sampai kapanpun kehadiran perkebunan atau perusahaan berskala besar ke Embaloh Hulu tetap Kami tolak, sejak dulu nenek moyang Kami sudah menjaga lingkungan dengan baik,” ucapnya.<br /><br />Tidak jauh berbeda, Temengung  Apalin,   Moses Salo, menambahkan bahwa diwilayah   ke Temengungan  Apalin  akan  berjuang  bersama-sama  masyarakat Embaloh Hulu. <br /><br />“Kita  tidak alergi  dengan  pembangunan  asal  pembangunan  itu  tidak  akan  merugikan  masyarakat  kita  mencotoh  di  Silat  mulai kehadiran perkebunan sawit mulai  merugikan  masyarakat, untuk itu Saya  akan  berada di  tengah tengah  masyarakat  untuk berjuang  untuk menolak perkebunan sawit, dan jangan berperisangka  buruk  sesama masyarakat, jangan sampai akhirnya masyarakat bisa terpecah bela akibat perkebunan sawit yang akan masuk di Embaloh Hulu,” jelasnya.<br /><br />Sementara itu Temenggung Suku Dayak Iban Kecamatan Embaloh Hulu , F Tigang mengatakan bahwa pihak perusahaan jangan sampai memaksakan kehedak untuk mengarap lahan diwilayah Kecamatan Embaloh Hulu, untuk itu kata Tigang jangan sampai ada penghianat dimasyarakat, jangan sampai masyarakat diadu oleh pihak perusahaan.<br /><br />Sedangkan Pastor Erwin yang bertugas di Paroki Sisilia Gembala Baik Pontianak  mengatakan bahwa fakta,  99 persen masyarakat di Kecamatan Embaloh Hulu menolak perkebunan sawit bahkan perusahaan berskala besar lainnya, tetapi ditekankan Erwin bahwa penolakan oleh masyarakat hendaknya jangan dilakukan secara kekerasan. <br /><br />"Jangan sampai ada yang mengkhianati kesepakatan penolakan masyarakat Embaloh Hulu, mari Kita sama-sama berjuang untuk Embaloh Hulu,” tegasnya.<br /><br />Tokoh Masyarakat Tamambaloh Udun, juga menyampaikan bahwa perusahaan tersebut diinformasikan sudah memiliki perizinan tetapi untuk sosialisasi kemasyarakat saja tidak pernah, ada indikasi perusahaan tersebut milik penguasa yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, untuk itu dengan tegas dirinya meminta agar masyarakat tetap bersatu untuk menolak perkebunan sawit tersebut, pernyataan tolak kata Udun tidak bisa hanya menyebutkan saja, tetapi harus ada solusi. <br /><br />“Yang harus disepakati persama yaitu agar perizinan kepala sawit di Kecamatan Embaloh Hulu harus segera dicabut,” teriaknya.<br /><br />Sedangkan Tokoh Masyarakat Kecamatan Embaloh Hulu Herkulanus Sutomo Manna, SP mengatakan bahwa untuk berbicara tetang kelapa sawit merupakan ancaman bagi masyarakat dilingkungan tersebut , sebagai orang dayak tidak bisa terlepas dari tanah dayak. tidak jauh-jauh kata Tomo, di Badau saja tidak ada keadilan karena masyarakat sudah tidak ada lahan lagi, masyarakat sendiri akhirnya hancur dan menjadi kulih. <br /><br />“Ketidak hadiran perusahaan pada jadwal sosialisasi ya g dijanjikan kemasyarakat suatu wujud kebohongan perusahaan, belum bekrja saja sudah membohongi masyarakat, untuk itu yang paling utama utu adalah kekompakan pada masyarakat, jangan mau diadu domba, ” cetusnya.<br /><br />Camat Embaloh Hulu, Hermanus juga mengatakan bahwa masyarakat Kecamatan Embaloh Hulu jangan sampai ada yang memanfaatkan  sehingga terpropoksi atas penolakan perkebunan sawit yang menyebabkan perpecahan. <br /><br />“Penolakan ini jangan sampai akhirnya menyebabkan masyarakat saling menuding dan mencurigai, jangan ada kekerasan, meskipun masyarakat menolak namun keamanan dan ketertiban di lingkugan masyarakat harus tetap dijaga,” himbaunya.<br /><br />Menanggapi  hal tersebut,ditemui di kediamannya,  Baraun, A. Md salah satu  Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu dari Partai Gerindra mengatakan bahwa seharunya pihak perusahaan tidak memaksakan diri untuk tetap masuk menggarap lokasi di Embaloh Hulu, sebab masyarakat sudah menolak, seharusnya kata Baraun sebelum perizinan dibuat pihak perusahaan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kemasyarakat, tidak hanya itu Barau juga minta Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk memikirkan dan lebih memihak kepada masyarakat. <br /><br />“Jangan sampai ada pihak yang mersa dirugikan, jika memang masyarakat menolak ya jangan dipaksakan,” ujarnya.<br /><br />Selain itu menurut Baraun, jangan sampai karena perizinan sudah terbit pihak perusahaan  terkesan memaksakan kehendaknya. Sebab pihak perusahaan juga harus menyadari bahwa masyarakatlah yang tinggal di sekitar lokasi yang akan digarap, bagaimanapun juga keingin masyarakat harus didengar oleh perusahaan. Oleh karenanya Baraun menghimbau agar masyarakat bisa menghadapi persoalan tersebut tanpa tindakan kekerasan, <br /><br />"Jika memang menolak jangan sampai menggunakan kekerasan, selain itu masyarakat jangan sampai terpecah belah,” pintanya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Wabup Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang
Pemerintah Kabupaten Bulungan Gelar Kerja Bakti di Gunung Putih, Bupati Syarwani Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah
Polres Sintang Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah dan Bagikan Nasi Siap Saji
Tiga Pelajar Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Dengan Upaya Pencarian Intensif ketiganya Berhasil di Evakuasi
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang Hadiri Entry Meeting LKPD 2025 di BPK RI Bali, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Target WTP
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:10 WIB

Wabup Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:28 WIB

Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:25 WIB

Pemerintah Kabupaten Bulungan Gelar Kerja Bakti di Gunung Putih, Bupati Syarwani Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:01 WIB

Polres Sintang Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah dan Bagikan Nasi Siap Saji

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:58 WIB

Tiga Pelajar Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Dengan Upaya Pencarian Intensif ketiganya Berhasil di Evakuasi

Berita Terbaru

Bulungan

Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:28 WIB