Masyarakat Hst Diminta Waspadai Awan Kumolonimbus

oleh

Masyarakat di sekitar kawasan rawa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, diminta UNTUK mewaspadai awan kumulonimbus, ujar Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Satuan Polisi Pamong Praja setempat, Ahmad Fatoni. <p style="text-align: justify;">"Kumulonimbus adalah sekelompok awan pembawa hujan yang biasanya disertai kilat dan petir," ujarnya di Barabai, ibu kota HST, Jum`at (17/12/2010). <br /><br />Kumpulan awan Kumulonimbus merupakan kelompok-kelompok besar, baik berwarna putih maupun hitam dengan bentuk dan rupa yang beranekaragam. <br /><br />Gumpalan dan kelompok awan Kumulonimbus menjadi sangat berbahaya ketika terjadi di atas permukaan rawa atau daratan luas lainnya seperti gurun, padang stepa dan sabana serta lautan. <br /><br />"Kumulonimbus berpotensi besar mengakibatkan badai yang bila menyerang kawasan tanpa perlindungan seperti rawa, akan sangat berbahaya sekali," katanya. <br /><br />HST tercatat memiliki 13.000 hektar kawasan rawa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Haruyan, Labuan Amas Selatan (LAS), Labuan Amas Utara (LAU) dan Batang Alai Utara (BAU). <br /><br />Awan Kumulonimbus yang disertai dengan terpaan angin kencang dan puting beliung, seringkali melanda kawasan rawa tersebut hingga kadang mengakibatkan korban jiwa. <br /><br />Seperti yang terjadi pada Rabu (15/12) sekitar pukul 18.45 Wita, puting beliung menenggelamkan sebuah perahu motor di kawasan rawa di Desa Sungai Buluh, Kecamatan LAU, yang menewaskan tujuh orang penumpangnya. <br /><br />"Masyarakat, khususnya yang berdiam di kawasan rawa, bila melihat kemunculan Kumulonimbus agar segera pulang dan jangan melakukan aktivitas apapun di atas perairan terbuka," tambahnya. <br /><br />Kemunculan Kumulonimbus di kawasan rawa cenderung mudah diketahui karena merupakan hamparan terbuka tanpa ada pohon pelindung. <br /><br />Kedepannya, Kesbang Linmas setempat akan mengupayakan penanaman pohon besar di kawasan rawa yang berfungsi sebagai pelindung dan penahan terpaan angin. <br /><br />"Tetapi hal tersebut bukan pekerjaan mudah dan hanya dapat dilakukan pada saat kemarau saja, itupun hanya pada daerah-daerah yang surut," katanya. <br /><br />Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kesbang Linmas setempat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Provinsi, hingga Februari 2011 mendatang, hujan lebat dengan disertai angin kencang berpotensi besar terjadi di HST. <br /><br />Untuk itu, Kesbang Linmas setempat terus melakukan koordinasi dengan petugas Camat, khususnya yang diwilayahnya terdapat kawasan rawa, agar siaga dan mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana seperti angin puting beliung. <strong>(phs/Ant)</strong></p>