Masyarakat Kalbar Diminta Perbaiki Manajemen Peternakan

oleh

Masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang diminta untuk segera memperbaiki sistem manajemen peternakan, sebagai salah satu upaya menghadapi Masyarakat Ekonimi ASEAN pada akhir tahun ini. <p style="text-align: justify;"><br />"Maksud dari perbaikan manajemen peternakan ini, salah satunya dengan cara pembelian pakan harus efisien. Kedua, penggunaan bahan-bahan pemicu seperti obat dan lain-lain pada hewan ternak, karena kalau hewan ternak kita sehat, sudah barang tentu angka kematian juga akan semakin menurun," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf, saat berkunjung di Singkawang, Minggu.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, masalah keamanan dan jaminan mutu juga perlu ditingkatkan. Dengan meningkatkan pengawasan-pengawasan, jangan sampai masyarakat menggunakan bahan-bahan yang berbahaya.<br /><br />"Ketiga unsur inilah yang betul-betul kita waspadai dan kita perhatikan," jelasnya.<br /><br />Di Provinsi sendiri, katanya, pihaknya sudah menjalin kerja sama bersama TNI dan Polri untuk menjaga keluar masuknya hewan ternak di perbatasan. Di samping itu, pihaknya juga sudah memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk menimbulkan daya tolak (beli) dari masyarakat jika hewan ternak itu ilegal.<br /><br />"Menurutnya, daya tolak masyarakat sangat penting," jelasnya.<br /><br />Namun, penyuluhan-penyuluhan tersebut, katanya, tidak akan berarti jika tidak dibantu oleh media massa. Karena, media massa merupakan ujung tombak keberhasilan pemerintah.<br /><br />Dengan tenaga, dana dan sebagainya yang serba terbatas, dia mengaku pemerintah tidak akan mampu untuk menjangkau semuanya.<br /><br />"Jujur saya katakan, tanpa dibantu oleh media, kami tidak akan mampu menjangkau semua itu kepada masyarakat luas," ungkapnya.<br /><br />Terkait pelaksanaan MEA, dia mengimbau masyarakat untuk segera mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA Januari tahun 2016.<br /><br />"Saya imbau masyarakat yang ada di Kalbar untuk segera mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA Januari tahun 2016," katanya.<br /><br />Menurutnya, masyarakat Kalbar harus sudah siap mulai dari sekarang. Kalau tidak, katanya, maka masyarakat Indonesia hanya bisa menjadi penonton. (das/ant)</p>