Masyarakat Kelumpang Selatan Kotabaru Kesulitan Air Bersih

oleh

Masyarakat di Kecamatan kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, sepekan terakhir sulit mendapatkan air bersih untuk memasak, mandi, mencuci dan untuk keperluan sehari-hari. <p style="text-align: justify;">"Air di sumur bor kami sudah sepekan ini mulai mengering, karena sudah lama tidak ada hujan turun," kata seorang warga Pembelanacanan, Hatran, di Kotabaru, Sabtu.<br /><br />Sumur bor yang sebelumnya bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan akan air bersih bagi keluarga Hatran dan tetangganya itu, kini sudah mulai mengering.<br /><br />Karena hampir semua sumur bor mengering, Hatran mengaku, tetap memanfaatkan air dari sumur bor walau hanya beberapa liter setelah menyedotnya dengan mesin pompa hingga beberapa jam.<br /><br />Lumayan airnya hanya cukup untuk minum dan memasak saja, sementara untuk keperluan mandi harus berkeliling mencari air atau bahkan tidak mandi, kalau tidak menemukan air bersih.<br /><br />"Sumur gali kami sudah beberapa hari ini juga mengering," tambah warga Bumi Asih, Sholeh.<br /><br />Agar sumur yang di samping rumahnya itu bisa mengeluarkan sumber, Sholeh bersama beberapa tetangganya mencoba menggali sumur lebih dalam lagi.<br /><br />Sementara itu di sebagian warga kota Kotabaru, juga mulai membeli air bersih dari pedagang yang menggunakan mobil pick up dengan cara berkeliling.<br /><br />Air yang diambil dari sungai atau bendungan yang masih menyimpan air itu dijual dengan harga kisaran Rp50.000 per galon isi sekira 1.250 liter.<br /><br />Warga terpaksa membeli air tersebut untuk keperluan sehari-hari, meski air yang dibeli itu tanpa diolah terlebih dahulu. <strong>(das/ant)</strong></p>