Masyarakat Kotim Diminta Berhenti Membantu Gepeng

oleh

Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diminta menghentikan memberikan bantuan langsung kepada gelandangan dan pengemis karena bisa membuat mereka manja. <p style="text-align: justify;">"Yang tepat itu, kalau kita ingin membantu, berikan kepada yayasan sosial seperti panti asuhan atau panti sosial. Kalau memberikan uang kepada peminta-minta, bisa membuat mereka manja dan malas padahal mereka bisa bekerja," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim, Fadlian Noor di Sampit, Jumat.<br /><br />Jumlah pengemis di Kotim, khususnya di Sampit memang relatif sedikit. Namun dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlahnya cenderung meningkat sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat.<br /><br />Terlebih menjelang bulan suci Ramadhan, biasanya Sampit akan diserbu pengemis musiman yang ingin mencari uang dengan cara instan meminta belas kasihan warga, memanfaatkan momen bulan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk bersedekah.<br /><br />Para pengemis ini diduga terorganisir. Mereka datang dari luar daerah seperti Kalimantan Selatan dan pulau Jawa dengan jumlah yang tidak sedikit, bahkan ada yang datang secara berkelompok.<br /><br />Untuk penertiban, Fadlian menyerahkan masalah itu kepada Satuan Polisi Pamong Praja yang memiliki wewenang melakukan itu. Namun berdasarkan pengalaman, para pengemis tersebut banyak yang kembali datang ke Sampit meski pernah ditertibkan dan dipulangkan ke daerah asal mereka.<br /><br />"Ini tanggung jawab kita semua. Masyarakat juga bertanggung jawab untuk mendidik agar para pengemis itu meninggalkan kebiasaan mengemis dan bekerja karena umumnya mereka masih mampu bekerja. Kalau kita selalu memberi mereka uang, mereka bisa malas dan akan terus mengemis," tandas Fadlian.<strong> (das/ant)</strong></p>