Masyarakat Nyaris Hilang Kepercayaaan Terhadap DPR

oleh

Peneliti lembaga kajian Prapancha, Muhammad R. Nirasma mengatakan masyarakat nyaris tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kinerja anggota DPR, sehingga jumlah pemilih yang "golput" pada Pemilu Legislatif pada 9 April mendatang diperkirakan akan mendominasi. <p style="text-align: justify;">"Dari penelitian yang kita lakukan berdasarkan data selama setahun terakhir, memperlihatkan setiap ada wacana tentang DPR, 96 persen selalu sentimen masyarakat negatif," kata Nirasma, memaparkan hasil penelitiannya di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat.<br /><br />Meskipun demikian, Nirasma mengakui hasil penelitiannya baru berdasarkan data persepsi publik yang diteliti dari ranah digital, yakni pemberitaan media online, dan juga perbincangan di media sosial, seperti forum, twitter dan blog.<br /><br />Namun, jumlah pengguna media sosial yang sangat besar di Indonesia dan juga tingkat "melek" internet yang semakin tinggi di Indonesia, –sehingga menempatkan negara ini di posisi ketiga pengguna internet terbesar di dunia–, kata Nirasma menambahkan dapat dijadikan indikasi kuatnya pengaruh persepsi di media digital terhadap realitas yang ada.<br /><br />"Pembicaraan di media sosial ini biasanya menjadi bahan rujukan juga bagi pemberitaan di media massa, begitu juga sebaliknya. Kita lihat tindak pidana korupsi yang melibatkan anggota DPR, bolosnya anggota DPR juga dan macam-macam lainnya telah merusak kepercayaan publik," katanya.<br /><br />Selama setahun, pada 2013, lembaga kajian Prapancha meneliti kualitas sentimen mengenai pembicaraan tentang DPR di lima portal berita terkemuka di Indonesia.<br /><br />"1.652 isi kontennya negatif, atau 96 persen, sedangkan sisanya 4 persen, yakni 68 topik, positif," ujar alumnus Universitas Indonesia ini.<br /><br />Selain di lima portal pemberitaan, di forum dan blog terlaris seperti Kompasiana, lembaga kajian Prapancha menemukan citra DPR hancur karena tindak pidana korupsi.<br /><br />Nirasma memaparkan topik blog mengenai korupsi yang melibatkan anggota DPR sebanyak 24.830 pembicaraan. Kemudian citra negatif kedua adalah perihal pemborosan anggaran dan plesiran oleh anggota DPR sejumlah 17.000 pembicaraan.<br /><br />Selanjutnya, citra negatif ketiga adalah ihwal kemalasan atau aksi bolos anggota dewan yang terlihat pada 1.685 pembicaraan.<br /><br />"Dengan citra umum DPR yang sangat buruk, lebih jauh bukan tidak mungkin implikasinya pada pemilihan legislatif, golput akan mendominasi," ujarnya. <strong>(das/ant)</strong></p>