Home / Tak Berkategori

Masyarakat Pedalaman Kotim Tuntut Pemerataan BBM Subsidi

- Jurnalis

Selasa, 14 Juni 2011 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat pedalaman Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menuntut pemerataan pendistribusian bahan bakar minyak bersubsidi. <p style="text-align: justify;">"Saat ini harga BBM subsidi terutama minyak tanah telah mencapai Rp9-Rp10 ribu per liter," kata Camat Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, Hawianan, di Sampit, Senin.<br /><br />Pasokan BBM subsidi seperti bensin premium, solar dan minyak tanah selama ini bergantung kepada "pelangsir" karena untuk pangkalan minyak tanah di daerah itu masih belum ada.<br /><br />"Pelangsir" diambil dari bahasa Indonesia "langsir" artinya bolak-balik. Orang yang bolak-balik membeli BBM menggunakan motor, kemudian menjual kembali BBM tersebut.<br /><br />Harga BBM subsidi yang tinggi di daerah pedalaman sangat membebani ekonomi masyarakat.<br /><br />Masyarakat pedalaman yang tinggal di wilayah Kecamatan Bukit Santuai mengharapkan pendistribusian BBM subsidi dilakukan secara merata, sehingga dapat menekan harga.<br /><br />Selama ini BBM subsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, sementara masyarakat di daerah pedalaman hanya menjadi penonton yang tidak pernah menikmati BBM subsidi pemerintah tersebut.<br /><br />Menurut Hawianan, pemerintah daerah harus berlaku adil kepada masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman, yakni dengan mendistribusikan BBM subsidi hingga ke daerah pedalaman.<br /><br />"Kami ingin ada jatah BBM subsidi untuk wilayah Kecamatan Bukit Santuai terutama minyak tanah, sebab selama ini tidak ada pangkalan minyak tanah yang beroperasi di daerah itu," katanya.<br /><br />Terpisah Ketua tim pengawas pendistribusian dan penerapan harga eceran tertinggi (HET) Kabupaten Kotawaringin Timur Fajrurrahman mengaku masih belum bisa bergerak di lapangan meski ketetapan HET telah ditandatangani Bupati Kotawaringin Timur Supuan Hadi.<br /><br />"Untuk sementara waktu ini kami masih belum bisa turun kelapangan untuk memantau HET karena belum ada petunjuk lebih lanjut dari bupati," katanya.<br /><br />Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Rimbun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan sosialisasi HET ke masyarakat.<br /><br /&gt;"Keberadaan HET harus disosialisasikan ke masyarakat agar mereka mengetahui dan turut melakukan pengawasan di lapangan," ungkapnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru