Masyarakat Pinoh Utara Minta Jaringan PDAM Disambung Kembali

oleh

Hampir tiga bulan, 40 pelanggan air PDAM tirta Melawi di kecamatan Pinoh Utara meradang. Pasalnya, air sudah tidak bisa mengalir. Lantaran jaringan yang melintasi sungai Melawi Putus. <p style="text-align: justify;">Warga pun meminta agar Pemkab Melawi dan DPRD Melawi menganggarkan dana untuk menyambung kembali.<br /><br />“Kita ingin agar PDAM Melawi, Pemkab Melawi dan DPRD Melawi bisa menyambung kembali jaringan yang melintasi sungai Melawi,” pinta Taji seorang  pelanggan air PDAM Pinoh Utara.<br /><br />Selama ini, dirinya menggunakan air hujan yang ditadah dalam drum. Setiap kali hujan, dirinya selalu menampung air hujan. Namun, air hujan yang ditampung tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.<br /><br />Kekurangan itu, ungkap Trisna, terpaksa dicari Serta meminta kepada tentangga yang memiliki sumur air. Namun, terangnya, ada rasa kurang nyaman kalau meminta terus kepada tetangga. Walau beberapa tetangga malah menawarkan air. “Untang tetangga baik hati semua merekamau memberi air bersih,” ujar <br /><br />Dia pun mengungkapkan, kebaikan tetangganya ini lantaran pada saat kemarau tahun 2014 silam, beberapa tetangga kekeringan sumur. Mereka memanfaatkan air PDAM untuk kebutuhan air bersih. <br /><br />“Waktu kemarau kita pun berbagai air kepada tetangga yang kekurangan air,” paparnya.<br /><br />Untuk memenuhi kebutuhan air, Trisna sempat terpikir untuk membuat sumur. Lantaran kedimannya termasuk padat pemukiman dan tanah pun sempit niat tersebut diurungkan. Pilihannya tetap menunggu air PDAM Tirta Melawi.<br /><br />“Tetangga belakang dan samping sudah memiliki sumur. Kalau kami buat sumur banyak sekali sumur dipemukiman kami. Bahaya juga untuk pemukiman padat. Takut sumur roboh,” ujarnya.<br /><br />Dia pun berharap agar jaringan PDAM Tirta Melawi bisa menjadi prioritas untuk segera disambung. Agar kebutuhan vital warga Pinoh Utara bisa terpenuhi. Apalagi, seberang kota Nanga Pinoh ini juga bagian dari ibu kota Melawi.<br /><br />“Hanya dibatasi sungai Melawi saja, tetapi pemukiman kita juga bagian dari keseharianibu kota Melawi. Bagian pula dari ibu kota. Mudah-mudahan bisa segera dibangun,” ulasnya. (Ira/Kn)</p>