Masyarakat Punan Gelar Musyawarah Adat Di Sekatak

oleh
oleh

Masyarakat etnis Punan di Kecamatan Sekatak, Bulungan, Kalimantan Timur, menggelar musyawarah adat di Rumat Adat Desa Punan Dulau, Kamis-Jumat, 22-23 Maret 2012. <p style="text-align: justify;">"Masyarakat bertemu terutama untuk merumuskan program-program pemberdayaan bagi mereka sendiri," kata Margaret Seting Beraan, Ketua Badan Pekerja Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (BPH AMAN) dari Sekatak, Kamis (22/3) malam.<br /><br />Menurut Beraan, setelah sekian lama, masyarakat Punan akhirnya sadar bahwa harus ada upaya untuk memperbaiki nasib mereka.<br /><br />Perubahan zaman dan interaksi dengan kelompok masyarakat lain, termasuk dengan perusahaan penebangan kayu yang beroperasi di daerah mereka membuat orang-orang Punan menyadari bahwa kesadaran diri atau eksistensi diri harus ditingkatkan untuk bisa turut ambil bagian dalam menentukan kebijakan-kebijakan, baik kebijakan lokal Sekatak, kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Bulungan, atau kebijakan dari ibu kota provinsi Samarinda, termasuk pula untuk turut mempengaruhi keputusan-keputusan pemerintah pusat di Jakarta.<br /><br />"Bahkan Orang Punan juga mulai sadar bahwa mereka juga adalah warga dunia, bagian dari suku Dayak yang khas," papar Beraan.<br /><br />Musywarah daerah ini juga bertujuan untuk konsolidasi anggota-anggota AMAN di Sekatak. Selain Orang Punan, Orang Belusuh, Orang Tidung, dan Orang Bulungan yang Melayu juga anggota AMAN.<br /><br />Dikatakan oleh Jonidi Apan, Ketua Lembaga Adat Punan Kecamatan Sekatak, musyawarah daerah ini juga jadi ajang meningkatkan solidaritas antar anggota masyarakat. Bersama mereka seluruhnya menyebut diri AMAN Sekatak.<br /><br />"Yang pasti juga untuk memilih Dewan AMAN dan BPH AMAN Sekatak yang akan langsung dilantik ibu Beraan," kata Jonidi Apan.<br /><br />Panitia juga mengundang pemerintah kampung, kecamatan, dan Bupati Bulungan.<br /><br />Musyawarah tersebut bertema "Memperkuat Masyarakat Adat Melalui Organisasi yang Kuat dan Mengakar Guna Mewujudkan Cita-cita Masyarakat Adat yang Berdaulat Secara Politik, Mandiri Secara Ekonomi, dan Bermartabat Secara Budaya". <strong>(phs/Ant)</strong></p>