Masyarakat Sintang Tak Masalahkan Harga Gula Melambung

oleh

Masyarakat Kabupaten Sintang tidak begitu mempersoalkan harga gula dipasaran yang mengalami kenaikan menjadi Rp 15 ribu per kilonya. <p style="text-align: justify;">Dari pantauan kalimantan-news.com disalah satu pasar tradisional, para pedagang mengakui adanya kenaikan harga gula lokal tersebut.<br /><br />“Kita jual Rp 15 ribu per kilonya, karena gula lokal tidak begitu banyak kita terima,” ungkap Amen, pedagang di Pasar Seroja Sintang Jumat (23/12/2011).<br /><br />Menurutnya, masyarakat yang membeli tidak begitu kaget dengan naiknya harga gula tersebut.<br /><br />“Sebagian besar pembeli tidak kaget dengan harga tersebut, karena mereka juga sepertinya paham dan memang membutuhkannya untuk berdagang ataupun Natal,” jelasnya.<br /><br />Hanya saja, lanjut Amen masyarakat kurang familiar dengan gula lokal yang warnanya agak kuning karena selama ini lebih banyak menggunakan gula asal Malaysia yang warnanya putih bersih.<br /><br />“Paling mereka mengatakan gulanya tidak berwarna putih seperti gula Malaysia,” ujarnya lagi.<br /><br />Ling Ling, warga jalan Kartini Sintang mengaku senang dengan telah adanya gula di pasaran Sintang meski harganya melonjak.<br /><br />“Yang penting ada, karena kebutuhan yang tetap kita belilah walau harganya naik, naiknyapun juga tak seberapa,” ungkapnya.<br /><br />Terkait dengan warna gula sendiri, Ling Ling mengaku sedikit kurang minat karena berwarna keruh.<br /><br />“Kita biasa beli gula Malaysia yang berwarna putih bersih, tapi yang ada sekarang ini agak kurang menarik.” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>