Masyarakat Temajuk Minta Bibit Karet Ditanami Perbatasan

oleh

Masyarakat di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat meminta pemerintah agar memberikan bibit karet gratis untuk ditanam di sepanjang garis perbatasan seperti yang telah dilakukan oleh Malaysia. <p style="text-align: justify;">"Pemerintah Malaysia telah menanami sepanjang batas perbatasannya dengan Indonesia dengan menyuruh masyarakatnya menanam karet, kenapa pemerintah Indonesia tidak melakukan hal seperti itu agar perbatasan kita tidak mudah digeser oleh mereka," kata Heriyadi (31) salah seorang warga Desa Temajuk, Jumat.<br /><br />Seperti di batas negara di Dusun Maludin, Desa Temajuk, warga Teluk Melano (Malaysia) sudah menanami sepanjang perbatasan dengan pohon karet hingga jarak dua meter dari patok tapal batas Malaysia-Indonesia.<br /><br />Ia tidak mengerti dengan pola pikir pemerintah dengan TNI yang membatasi masyarakat untuk mengelola kawasan lima kilometer yang selama ini disebut sebagai demarkasi.<br /><br />"Di Malaysia tidak ada istilah demarkasi, malah mereka berpikir bagaimana caranya menggeser patok tapal batas negara yang terbuka lebar dengan adanya wilayah demarkasi tersebut," kata Heriyadi.<br /><br />Menurut dia, sudah tidak ada zamannya lagi menyediakan ruang untuk hal itu. "Kami minta pemerintah menyediakan bibit karet gratis serta lainnya sehingga selain membantu masyarakat sekaligus menjaga tapal batas negara," ujarnya.<br /><br />Menurut tokoh masyarakat Desa Temajuk itu, kondisi patok tapal batas negara sekarang sangat memprihatinkan karena hanya dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah diangkat dan digeser.<br /><br />"Seharusnya patok tapal batas negara dibuat permanen dengan ukuran yang besar, seperti ukuran satu meter kali satu meter dan ditancapkan minimal dua hingga tiga meter sehingga tidak mudah digeser," kata Heriyadi.<br /><br />Menurut dia dengan kondisi patok tapal batas negara seperti sekarang banyak yang merugikan Indonesia karena diduga terjadi pergeseran seperti kasus Camar Bulan yang akhirnya Indonesia kehilangan sekitar 1.499 hektare karena dikuasai oleh Malaysia secara sepihak.<br /><br />Desa Temajuk terdiri dari dua dusun, yakni Dusun Maludin sebanyak 272 kepala keluarga, 995 jiwa, Dusun Camar Bulan 214 kepala keluarga dan 743 jiwa atau total 486 kepala keluarga, sebanyak 1.738 jiwa, sementara Teluk Melano (Malaysia) jumlah warganya hanya sekitar satu dusun di Desa Temajuk. <strong>(phs/Ant)</strong></p>