Mataram Gelar Parade Seni Tradisi Asia Tenggara

oleh

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar "Festival Mentaram Parade Seni Tradisi Asia Tenggara" sebagai bentuk kesiapan menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram, H Abdul Latif Nadjib, usai menggelar rapat persiapan kegiatan "Festival Mentaram Parade Seni Tradisi Asia Tenggara" di Mataram, Jumat, mengatakan festival ini akan berlangsung pada 9–11 Desember 2014 diikuti minimal lima negara Asia Tenggara.<br /><br />Lima negara itu antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, dan Sri Lanka serta beberapa negara bagian Australia. Sementara untuk melibatkan negara-negara lainnya, Disbudpar Kota Mataram terus menjalin komunikasi melalui Sekretariat ASEAN.<br /><br />"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta pariwisata di daerah ini," ujarnya.<br /><br />Dikatakannya, kegiatan Festival Mentaram ini merupakan kegiatan pertama yang digelar di Kota Mataram yang ke depannya direncanakan menjadi salah satu agenda tetap pariwisata Kota Mataram setiap tahun pada bulan Agustus atau Desember.<br /><br />"Karena Agustus dan Desember merupakan masa liburan sehingga tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara cukup tinggi. Kesempatan inilah yang ingin diambil agar para wisatawan dapat mengikuti acara tersebut," katanya.<br /><br />Oleh karena itu, untuk melaksanakan festival tersebut selain melibatkan negara-negara Asia Tenggara, pihaknya juga melibatkan perwakilan dari 33 provinsi di Indonesia yang dibagi menjadi tiga bagian, yakni Indonesia bagian barat, timur dan bagian tengah masing-masing diwakili tiga provinsi.<br /><br />Selain itu, sembilan kabupaten/kota se-NTB juga ikut ambil bagian, serta enam kecamatan di Kota Mataram yang akan menampilkan berbagai atraksi budaya serta tradisi dari masing-masing negara dan daerah.<br /><br />Menurutnya, selain akan melakukan parade, Festival Mentaram juga dirangkaikan dengan kegiatan sarasehan tentang budaya serta beberapa atraksi kebudayaan dan seni menarik dari masing-masing daerah yang ditampilkan di panggung terbuka.<br /><br />"Misalnya atraksi presean, reog ponorogo dan atraksi debus dari Banten, sedangkan untuk Kota Mataram, dari enam kecamatan akan menampilkan kesenian dan tradisi berbeda sesuai dengan moto Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Kota Mataram sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia yang menjadi bagian dari program MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) .<br /><br />"Oleh karena itu, dalam setiap acara Kota Mataram ingin meraih tiga sukses yakni sukses penyelenggaran, sukses ekonomi, dan sukses percitraan," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>