Media memiliki peran besar dalam era demokratis. Perkembangan dan kinerja pemerintahan derah dapat diketahui melalui media. Kalaupun terkadang media bersikap kritis media menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Desa Sekadau, Losianus sebagai kewajaran. <p style="text-align: justify;">“Alangkah baik bila kritis ditambah dengan konstruktif untuk kemajuan daerah,” sebutnya dalam workshop peran media komunikasi yang digelar Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat. <br /><br />Senada, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Desa Miki Hermanto memotivasi setiap peserta workshop yang terdiri dari beberapa guru dan 80 murid se-Kabupaten Sekadau untuk berperan aktif dalam pembangunan. Selain belajar, setiap murid dapat melaporkan perkembangan di daerah masing-masing melalui karya tulis. Bahkan indikasi penyimpangan pembangunan bukan haram untuk dipublikasikan. <br /><br />“Ikut mengawal proses pembangunan,” sebutnya.<br /><br />Kesempatan sama, Nico Bohot selaku ketua panitia workshop memastikan karya tulis pelajar, dipublikasikan melalui berbagai media di Kabupaten Sekadau termasuk Radio Dermaga 100,9 FM yang dimilikinya. Jika sejak dini berkarya melalui tulisan maka menurut Nico pada masa depan lahir jurnalis-jurnalis handal di Sekadau. <br /><br />“Ini modal pembangunan,” tutur dia.<br /><br />Selanjutnya, Fasilitator Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perdesaan Kabupaten Sekadau Petrus Kanisius Ng menjanjikan karya tulis siswa-siswi ditempel di papan pengumuman PNPM. <br /><br />“Sekaligus untuk lebih memfungsikan papang pengumuman PNPM,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>















