Melawi Bebas Kasus Difteri

oleh

Merebaknya kasus Difteri di sejumlah daerah di Indonesia hingga menyebabkan adanya korban meninggal. Di Melawi, belum ada kasus difteri yang terdata oleh Dinas Kesehatan, termasuk di kecamatan. <p style="text-align: justify;">“Alhamdulillah, belum ada, tapi kita tetap harus waspada karena informasinya di Singkawang dan Pontianak sudah ada,” kata Kepala Dinkes Melawi, Ahmad Jawahir di konfirmasi, Rabu (13/12) di Kantornya.<br /><br />Ahmad menerangkan pemberian imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) sebenarnya wajib didapatkan setiap anak sejak ia masih bayi. Dalam setiap posyandu yang digelar di setiap desa, anak usia 2 bulan ke atas akan mendapatkan tiga kali imunisasi DPT yang kemudian kembali berlanjut saat ia duduk dibangun sekolah dasar. <br /><br />“Alhamdulillah juga masyarakat Melawi sangat kooperatif untuk imunisasi sampai saat ini,” katanya.<br /><br />Ia pun mengimbau agar orang tua semakin peduli dengan munculnya kasus difteri serta beberapa penyakit menular lainnya yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi maupun pemberian vaksin. <br /><br />“Masyarakat kita harapkan dapat lebih sadar akan pentingnya memberikan imunisasi pada bayi dan anaknya ke petugas kesehatan terdekat,” katanya.<br /><br />Ahmad Jawahir menegaskan pemberian imunisasi menjadi bentuk ikhtiar kita untuk mencegah anak –anak terserang penyakit menular yang bisa menyebabkan kematian. Apalagi pemberian imunisasi ini juga akan memberikan kekebalan anak terhadap jenis penyakit tertentu. (KN)</p>