Pemerintah Indonesia mengajak negara-negara Asia-Pasifik agar mengembangkan komitmen global mendukung kebijakan di bidang ketenagakerjaan dengan mengutamakan perlindungan sosial dan penciptaan kesempatan kerja bagi tenaga kerja muda. <p style="text-align: justify;">Selama ini Indonesia sebagai salah satu anggota organisasi perburuhan internasional (ILO), mempunyai komitmen untuk mencapai Decent Work for All atau Pekerjaan yang layak untuk semua” di seluruh Indonesia.<br /><br />Demikian diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat memberikan pidato pembukaan di Pertemuan Regional Asia Pasifik ILO Ke-15 (THE FIFTEENTH ILO ASIA-PACIFIC REGIONAL MEETING) yang dilaksanakan di Jepang pada Senin (5/12). Pertemuan ILO ini berlangsung pada 4-7 Desember 2011.<br /><br />Muhaimin mengatakan Pelaksanaan konsep “Decent Work for All “atau Pekerjaan yang layak untuk semua telah dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan melibatkan kerjasama antara pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional.<br /><br />“Kerjasama erat dalam pelaksanaan decent work ini dapat mewujudkan iklim investasi dan iklim usaha yang kondusif dan menciptakan lapangan kerja guna mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, kata Muhaimin.<br /><br />Muhaimin mengatakan konsepsi Decent Work for All bertumpu pada 4 (empat) pilar yaitu : penghargaan atas hak-hak dasar di tempat kerja, kesempatan kerja, dialog sosial dan perlindungan sosial. <br /><br />“Pelaksanaan Konsep decent work di Indonesia dapat diwujudkan dengan membangun hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, manajemen perusahaan dan serikat pekerja, kata Muhaimin.<br /><br />“Satu pilar yang penting untuk kondisi ketenagakerjaan kita saat ini yaitu pilar employmentatau kesempatan kerja. Oleh karena itu pihak pengusaha, manajemen dan serikat pekerja harus bekerja sama menjaga hubungan industrial agar dapat menciptakan lapangan kerja baru, “kata Muhaimin.<br /><br />Dijelaskan Muhaimin, dalam komitmen global diperlukan kerjasama dalam mempromosikan strategi pertumbuhan pembangunan dengan mengutamakan pengembangan kebijakan di sektor ketenagakerjaan, terutama untuk penyediaan kerja bagi pekerja muda.<br /><br />“Negara-negara Asia-Pasific yang tergabung dalam ILO diharapkan mernbuka dan menciptakan kesempatan kerja bagi para pemuda (25 tahun kebawah) untuk mengurangi angka pengagguran melalui pelatihan keterampilan, pendidikan, proses sertifikasi, program wirausaha, dll., kata Muhaimin.<br /><br />Salah satu konsep yang ditawarkan adalah program pemagangan yang menjadi satu kunci dalam membuka kesempatan kerja bagi kaum muda. Program ini, dapat mengembangkan keahliankerja pagi para tenaga kerja muda dan menumbuhkan dorongan kerja, karena pekerja dalam usia ini membutuhkan dukungan, serta arahan yang intensif agar dapat menjadi pekerja yang potensial.<br /><br />Dijelaskan Muhaimin, dalam komitmen global diperlukan kerjasama dalam mempromosikan strategi pertumbuhan pembangunan dengan mengutamakan pengembangan kebijakan di sektor ketenagakerjaan, terutama penyediaan lapangan kerja untuk pekerja muda.<br /><br />“Negara-negara Asia-Pasific yang tergabung dalam ILO diharapkan mernbuka dan menciptakan kesempatan kerja bagi para pemuda (25 tahun kebawah) untuk mengurangi angka pengagguran melalui pelatihan keterampilan, pendidikan, proses sertifikasi, program wirausaha, dll., kata Muhaimin.<br /><br />Bahkan, Muhaimin, lanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan International Labour Conference pada Juli lalu menyatakan bahwa semua pihak harus bekerja keras dan berkoalisi dalam menyelesaikan masalah pengangguran muda di tingkat usia 15 tahun hingga 24 tahun.<br /><br />Selain program pemagangan, Muhaimin menjelaskan ada kreasi pekerjaan yang dapat dirumuskan bersama untuk pengembangan pekerjaan bagi kaum muda, yakni bidang pariwisata, karena sektor ini memiliki efek ganda (multiplayer effect).<br /><br />Dampak dari kreasi pekerjaan di bidang pariwisata ini tidak hanya pada perekonomian nasional dan lokal, tapi juga memiliki kendala yang relatif sedikit.<br /><br />Selain itu, Muhaimin menilai pengembangan komunitas kepariwisataan dan eco wisata dengan dukungan penuh dari penduduk lokal akan memiliki kekuatan jangka panjang untuk pengembangan kerja kaum muda.<strong>(Pusat Humas Kemenakertrans)</strong></p>


















