Home / Tak Berkategori

Menakertrans Promosikan Konsep Kerja Layak Pada Sidang ILO Jepang

- Jurnalis

Senin, 5 Desember 2011 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia mengajak negara-negara Asia-Pasifik agar mengembangkan komitmen global mendukung kebijakan di bidang ketenagakerjaan dengan mengutamakan perlindungan sosial dan penciptaan kesempatan kerja bagi tenaga kerja muda. <p style="text-align: justify;">Selama ini Indonesia sebagai salah satu anggota organisasi perburuhan internasional (ILO), mempunyai komitmen untuk mencapai Decent Work for All atau Pekerjaan yang layak untuk semua” di seluruh Indonesia.<br /><br />Demikian diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat memberikan pidato pembukaan di Pertemuan Regional Asia Pasifik ILO Ke-15 (THE FIFTEENTH ILO ASIA-PACIFIC REGIONAL MEETING) yang dilaksanakan di Jepang pada Senin (5/12). Pertemuan ILO ini berlangsung pada  4-7 Desember 2011.<br /><br />Muhaimin mengatakan   Pelaksanaan konsep “Decent Work for All “atau Pekerjaan yang layak untuk semua telah dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan melibatkan kerjasama antara pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional.<br /><br />“Kerjasama erat dalam pelaksanaan decent work ini dapat mewujudkan iklim investasi dan iklim usaha yang kondusif dan menciptakan lapangan kerja guna mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, kata Muhaimin.<br /><br />Muhaimin mengatakan konsepsi Decent Work for All bertumpu pada 4 (empat) pilar yaitu : penghargaan atas hak-hak dasar di tempat kerja, kesempatan kerja, dialog sosial dan perlindungan sosial. <br /><br />“Pelaksanaan Konsep decent work di Indonesia dapat diwujudkan dengan membangun hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, manajemen perusahaan dan serikat pekerja, kata Muhaimin.<br /><br />“Satu pilar yang penting untuk kondisi ketenagakerjaan kita saat ini yaitu pilar employmentatau kesempatan kerja. Oleh karena itu pihak pengusaha, manajemen dan serikat pekerja harus bekerja sama menjaga hubungan industrial agar dapat menciptakan lapangan kerja baru, “kata Muhaimin.<br /><br />Dijelaskan Muhaimin, dalam komitmen global diperlukan kerjasama dalam mempromosikan strategi pertumbuhan pembangunan dengan mengutamakan pengembangan kebijakan di sektor ketenagakerjaan, terutama untuk penyediaan kerja bagi pekerja muda.<br /><br />“Negara-negara Asia-Pasific yang tergabung dalam ILO diharapkan mernbuka dan menciptakan kesempatan kerja bagi para pemuda (25 tahun kebawah) untuk mengurangi angka pengagguran melalui pelatihan keterampilan, pendidikan, proses sertifikasi, program wirausaha, dll., kata Muhaimin.<br /><br />Salah satu konsep yang ditawarkan adalah program pemagangan yang menjadi satu kunci dalam membuka kesempatan kerja bagi kaum muda. Program ini, dapat mengembangkan keahliankerja pagi para tenaga kerja muda dan menumbuhkan dorongan kerja, karena pekerja dalam usia ini membutuhkan dukungan, serta arahan yang intensif agar dapat menjadi pekerja yang potensial.<br /><br />Dijelaskan Muhaimin, dalam komitmen global diperlukan kerjasama dalam mempromosikan strategi pertumbuhan pembangunan dengan mengutamakan pengembangan kebijakan di sektor ketenagakerjaan, terutama penyediaan lapangan kerja untuk pekerja  muda.<br /><br />“Negara-negara Asia-Pasific yang tergabung dalam ILO diharapkan mernbuka dan menciptakan kesempatan kerja bagi para pemuda (25 tahun kebawah) untuk mengurangi angka pengagguran melalui pelatihan keterampilan, pendidikan, proses sertifikasi, program wirausaha, dll., kata Muhaimin.<br /><br />Bahkan, Muhaimin, lanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan International Labour Conference pada Juli lalu menyatakan bahwa semua pihak harus bekerja keras dan berkoalisi dalam menyelesaikan masalah pengangguran muda di tingkat usia 15 tahun hingga 24 tahun.<br /><br />Selain program pemagangan, Muhaimin menjelaskan ada kreasi pekerjaan yang dapat dirumuskan bersama untuk pengembangan pekerjaan bagi kaum muda, yakni bidang pariwisata, karena sektor ini memiliki efek ganda (multiplayer effect).<br /><br />Dampak dari kreasi pekerjaan di bidang pariwisata ini tidak hanya pada perekonomian nasional dan lokal, tapi juga memiliki kendala yang relatif sedikit.<br /><br />Selain itu, Muhaimin menilai pengembangan komunitas kepariwisataan dan eco wisata dengan dukungan penuh dari penduduk lokal akan memiliki kekuatan jangka panjang untuk pengembangan kerja kaum muda.<strong>(Pusat Humas Kemenakertrans)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB