Menakertrans: PT Jangan Hanya Berorientasi Riset-Pengajaran

oleh

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, meminta perguruan tinggi (PT) jangan hanya berorientasi kepada riset dan pengajaran. <p style="text-align: justify;">Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, meminta perguruan tinggi (PT) jangan hanya berorientasi kepada riset dan pengajaran.<br /><br />"Sudah saatnya PT juga mengarah upaya menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja," katanya usai pidato ilmiah "Link and Match Lulusan PT dan Kebutuhan Pasar Kerja", di Semarang, Jumat.<br /><br />Pidato ilmiah Menakertrans itu disampaikan pada Dies Natalis Ke-51 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Diponegoro Semarang yang dihadiri jajaran pejabat Undip dan mahasiswa.<br /><br />Saat ini, katanya, masih terdapat kesenjangan antara angkatan kerja dengan pasar kerja di Indonesia akibat belum adanya "link and match" antara sistem pendidikan dengan dunia kerja.<br /><br />Ia mengatakan, sudah saatnya PT sebagai puncak sistem pendidikan mengubah paradigma dan orientasi untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.<br /><br />Pada masa mendatang, katanya, penempatan tenaga kerja diupayakan secara terpadu antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.<br /><br />Pihaknya saat ini menggalakkan bursa kerja di PT sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, terutama mempercepat penyerapan pengangguran.<br /><br />Terkait angkatan kerja, Muhaimin menyebutkan angkatan kerja lulusan diploma dan strata 1 saat ini masing-masing baru 2,56 persen dan 4,04 persen, sedangkan lainnya didominasi lulusan sekolah dasar.<br /><br />Selain bursa kerja di PT, Kemenakertrans saat ini juga mendorong pengembangan wirausahawan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan sistematis di balai latihan kerja (BLK).<br /><br />"Saat ini baru ada sekitar 400 ribu wirausahawan di Indonesia. Padahal di negara maju paling tidak ada sekitar dua juta wirausahawan," katanya.<br /><br />Pihaknya juga mencatat, hingga saat ini beroperasi sebanyak 237 BLK yang terdiri atas 195 BLK industri, 18 balai latihan ketransmigrasian, dan 24 balai pengembangan produktivitas.<br /><br />"Itu milik pemerintah kabupaten dan kota, sementara kami mengelola 18 BLK, terdiri atas 11 BLK industri, enam balai latihan ketransmigrasian, dan satu balai pengembangan produktivitas," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, saat ini sebanyak 58 BLK dalam proses pembangunan.<br /><br />Apabila seluruh BLK sudah dibangun dan dioperasikan, katanya, jumlah BLK akan menjadi 313 unit.<br /><br />Pihaknya juga menggandeng berbagai pondok pesantren guna memenuhi target penciptaan 10 ribu wirausahawan baru pada 2011.(Eka/Ant)</p>