Mendag: Indonesia Jangan Sampai Memperkaya Negara Lain

oleh

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengimbau kalangan perguruan tinggi di Kalimantan Barat untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi produk impor atau dari luar negeri, sehingga dapat memperkaya negara lain. <p style="text-align: justify;">"Jangan sampai kita memperkaya negara lain. Dan itu membahayakan kita sendiri. Harus sangat disikapi, kita harus lebih cerdas," kata Gita Wirjawan saat memberikan kuliah umum di depan para dosen dan mahasiswa dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat.<br /><br />Padahal, menurut Mendag, banyak produk impor yang dibeli bangsa Indonesia ternyata tidak sehat atau berbahaya. Misalnya saja, mainan anak-anak yang ternyata dapat membuat anak-anak luka.<br /><br />Kemudian ada buah impor yang berkulit mengkilat dan licin yang dilapisi formalin dan mengandung pestisida. "Kita senang beli produk murah dan bikin kenyang, tetapi tidak memikirkan dampaknya," ucapnya.<br /><br />Berkaitan mengurangi penggunaan produk impor itu, menurut dia belum lama ini pemerintah sudah menetapkan adanya Hari Konsumen Nasional yang diperingati sejak 20 April 2012.<br /><br />Sebelumnya dalam kuliah umum yang juga disaksikan Rektor Untan, Prof Thamrin Usman DEA dengan moderator Dr Ida Rohmawati MSc itu, Mendag mengatakan Indonesia bisa belajar dari Korea Selatan yang telah berhasil memproduksi berbagai barang elektronika bermerk seperti Samsung dan LG.<br /><br />"Mudah-mudahan hal itu bisa menjadi inspirasi kita untuk berkarya. Jangan sampai nanti terjadi kita mandi memakai sabun merk samsung, bedak samsung, dan produk lainnya," ujarnya disambut tawa peserta kuliah umum.<br /><br />Mendag mengatakan, alangkah indahnya jika semakin banyak produk dihasilkan dari Indonesia. Karena jika itu tidak bisa terjadi maka akan sangat disayangkan.<br /><br />Ia juga menjelaskan mengenai total volume perdagangan Indonesia mencapai 380 -390 miliar dolar AS. Untuk ekspornya sedikit di atas 190 miliar dolar AS, sedangkan untuk impor lebih banyak dari 190 miliar dolar AS. "Jadi yang dibeli banyak dari luar negeri," ungkapnya.<br /><br />Gita juga mengatakan, apa pun yang terjadi pada satu titik dunia, akan berdampak bagi Indonesia. Bagi Pontianak Ibu Kota Kalbar dan di 17 ribu pulau di Indonesia.<br /><br />Seperti turunnya saham organisasi sepak bola dunia Manchester United (MU) karena pengunduran diri pelatihnya, Alex Ferguson, sebesar 4 persen.<br /><br />Sementara mengenai sikap Indonesia ke depan dalam menghadapi persaingan perdagangan luar negeri, adalah dengan meningkatkan porsi yang 35 persen ekspor dari produk yang bernilai tambah. Yakni dengan melakukan industrialisasi.<br /><br />"Contoh ini sudah dilakukan Korsel sejak tahun 60-an. Korsel meningkatkan ekspor Galaksi Samsung dan LG, dan dalam waktu dekat sabun," kata dia disambut tawa peserta kuliah umum.<br /><br />Mendag itu mengingatkan pada lima tahun lalu, bangsa Indonesia tidak menyadari akan ada produk yang namanya Samsung yang populer di masyarakat Indonesia. Ia menyebutkan biaya produksi per unit iphone produksi Korsel itu senilai 10 dolar, atau sama dengan Rp100 ribu. Tetapi produk itu kemudian dijual ke Indonesia dengan harga berlipat-lipat mencapai Rp7 juta hingga 8 juta.<br /><br />Begitu pula untuk produk Apple yang bekerja sama dengan perusahaan lain, masing-masing biaya produksinya hanya 10 dolar dan dijual 400 dolar ke seluruh dunia.<br /><br />Karena itu, Gita Wirjawan mengingatkan yang penting ke depan adalah bagaimana bangsa Indonesia bisa berinovasi. "Mulailah berpikir jangka panjang untuk 20 tahun ke depan, meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)," tukasnya.<br /><br />Gita mengharapkan bangsa Indonesia bisa menghasilkan produk inovasi yang tidak kalah dari pihak luar. Ia sendiri mengatakan, pihaknya punya kepentingan untuk menjaga keseimbangan ekspor dan impor.<br /><br />"Menjaga 65 persen dari total ekspor. Kalau jual iphone 400 dolar. Kita bisa dapatkan 390 dolar. Sebaiknya kita jadi orang yang berpikir berinovasi dan dapatkan 390 dolar itu," katanya mengingatkan. <strong>(das/ant)</strong></p>