Home / Tak Berkategori

Mengenal Suku Dayak

- Jurnalis

Kamis, 12 Januari 2012 - 04:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dayak adalah suku-suku yang asli mendiami pulau Kalimantan, yang memiliki budaya terrestrial (daratan bukan budaya Maritim). <p style="text-align: justify;">Sebutan Dayak adalah bukan sebutan umum, karena orang Dayak terdiri dari beragambudaya dan bahasa. Ada berbagai varian yang dapat di pakai dalam menyebutkan istilah Dayak, seperti Daya’, Doyo’, Dayo’ dan Dayuh.<br /><br />Pengertian ini kemudian kaitkan dengan cara hidup dan lokasi perkampungan orang-orang banyak pada waktu itu yang kebanyakan tinggal di pegunungan, dataran tinggi, dan di hulu-hulu sungai. <br /><br />Istilah Dayak pada mulanya merupakan hasil rekontruksi Kolonial untuk menyebut seluruh penduduk asli Pulau Borneo guna memudahkan proses administrasinya. <br /><br />Rujukan yang sering di pakai adalah orang-orang Bidayuh yang di juluki Land Dayak.Berdasarkan pengertiann Daya’ dalam bentuk valiant yang berarti’ Hulu dan Manusia’. Para peneliti dari Eropa, sekitar tahun 1800-an, kemudia mendefinisikan Dayak sebagai Manusia Pedalaman, non muslim, primitive, tidak berpradaban dan citra negative lainnya. Namun demikian, istilah Dayak dewasa ini semakin di perluas, diperbaharui dan positif.<br /><br />Istilah Dayak tidak lagi di gambarkan sebagai sesuatu yang bercitra negative, tapi dikenal sebagai suatu kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan yang tinggi karena kearifannya dalam membangun harmono dengan alam.<br /><br />Ada banyank pendapat tentang asal usul orang Dayak, namun sejauh ini belum ada yang sungguh memuaskan. Pendapat umumnya, menempatkan orang Dayak sebagai salah satu kelompol suku asli terbesar dan tertua yang mendiami Pulau Kalimantan. <br /><br />Gagasan ini di dasarkan teori migrasi penduduk ke Kalimantan. Bertolak dari pendapat tersebut, di duga nenek moyang orang Dayak berasal dari beberapa gelombang migrasi. Gelombang pertama terjadi sekitar 1 juta tahun yang lalu tepatnya pada priode Interglasial Pleistosen. Kelompok ini terdiri dari ras Austroloid (ras manusia pre-historis yang berasal dari Afrika). <br /><br />Pada zaman pre-neolitikum, 20-40 ribu tahun yang lalu, datang lagi kelompok suku semi Nomaden ( manusia Modern), homo sapien ras mongoloid pengalian dari arkeologis di Naih-Serawak, Madai dan Baturong-Sabah membuktikan bahwa kelompok ini sudah mengunakan alat-alat dari batu bara, hidup berburu dan mengumpulkan hasil hutan dari satu tempat ketempat yang lain. <br /><br />Suku ini juga sudah mengenal teknoligi api. Kelompokm ketiga datang kutang lebih 5000 tahun silam, kelompok ini berasal dari daratan Asia, dan tergolong dalam ras mongoloid, kelompok ini sudah hidup menetap dalam satu pertanian lahan kering (berladang). Gelombang migrasi ini masih terus berlanjut hingga abad 21, jadi teori ini sekaligus menjelaskan, mengapa orang Dayak, memiliki begitu banyak Varian baik dalam bahasa maupun karakteristik budaya. <br /><br />Meskipun demikian berbagai pengelompokan tersebut saling berbeda satu dengan yang lain, namun pengelompokan suku-suku itu menegaskan bahwa, suku Dayak di Pulau Kalimantan mempunyai keanekaragaman yang tinggi.<strong>(*)</strong>        </p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru