Menjaga Patok Batas Dan Pelanggaran Di Perbatasan

oleh

Menginat memanasnya permasalah yang ada diwilayah perbatasan seperi yang terjadi di Dusun Camar Bulan Kabupaten Sambas, dan perbatasan yang ada di Ambalat, untuk itu pertahanan diwilayah perbatasan akan diperkuat dan diperketat, terutama dalam menjaga patok batas antara NKRI dan Negara Tetagga Malaysia serta pelanggaran yang terjadi diwilayah perbatasan. <p style="text-align: justify;">Pernyataan ini disampaikan oleh Let.Kol.Inf Anggit Exton Yustiawan selaku Danyon 644/Walet Sakti Putussibau, ditemui kalimantan-news.com usai kegaitan Sertijab di lapangan  Markas Yonif 644/Walet Sakti Putussibau, Rabu (19/10/2011).<br /> <br />“Kita akan selalu melakukan koordiansi dengan pihak Pemerintah Daerah dan Satgas yang ada di perbatasan dalam menjaga kedaulatan Negara Kita di wilayah perbatasan, termasuk juga Kita akan melihat dan menindaklanjuti pelanggaran diwlayah batas, seperti zona bebas yang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik kedua buah Negara,” ungkapnya. <br /><br />Untuk itu dalam menciptakakn situasi kondusif pertahanan diwilayah perbatasan, dalam menanggulangi isu-isu perbatasan  yang selama ini berkembang seperti patok batas, dan ada lagi katanya kekayaan alam Kita dirong-rong oleh Negara tetanggam, selaku Dayon yang baru Anggit meminta dukungan semua pihak baik itu dari prajurit TNI itu sendiri maupun masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu dan Pemerintah Daerah Kapuas Hulu. <br /><br />“Selain mohon arahan dari Pimpinan Saya juga meminta dukungan dan saran dari Pemerintah dan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, karena bagaimanapun juga Kita harus menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI diwilayah perbatasan,” tandasnya.<strong>(phs)</strong></p>