Menjelang Natal Stok Sembako di Melawi Aman

oleh

Menjerang perayaan natal 2017 dan tahun baru 2018 dalam keadaan aman dan tidak mengalami kekurangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskukmdag) Melawi, Alexander. Menurutnya, meskipun stok barang aman, namun tidak menutup kemungkinan harga barang mengalami kenaikan. <p style="text-align: justify;">“Yang namanya stabilitas pasar yang terkait harga mana bisa di elak. Setiap pelaku pasar itukan berbeda-beda, tidak hanya berdampak kepada stok barang saja. Pedagang sembako inikan berpacu kepada orientasi keuntungan, melihat provit, jadi melihat barangnya laris, maka dinaikan sedikit,” katanya saat ditemui di pendopo Bupati Melawi, Rabu (20/12).<br /><br />Alexmengatakan, kenaikan harga barang yang terjadi menjelang hari-hari besar bukan hanya karena stok yang mengelami kekurangan atau kelangkaan sembako. Namun juga dikarenakan adanya peluang para pedagang untuk menaikan suatu kebutuhan pokok, yang tentunya melihat dari jumlah permintaan.<br /><br />“Kalau jumlah permintaan meningkat, maka bisa-bisa saja mereka menaikan harganya dengan mengatakan barang langka dan sebagainya. Seperti telur misalnya, harganya mulai mengalami kenaikan sedikit, itu bukan karena stoknya kurang , namun karena permintaan meningkat. Padahal itu tidak langka. Pandai-pandai mereka memainkan harga. Jadi ini karena jumlah permintaan banyak. coba lihat saja, setelah hari raya, hargapun mulai kembali normal,” paparnya.<br /><br />Berkaitan dengan hal tersebut, seorang ibu rumah tangga, Lia, berharap para pelaku usaha perdagangan tidak memainkan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya. Mengingat stok barang yang menurut pihak Diskukmdag tidak mengalami kekurangan alias aman.<br /><br />“Kita berharap, tidak ada kenaikan harga bahan pokok. Meskipun jumlah permintaan menjelang hari raya meningkat, namun para pelaku usaha jangan memainkan harga. Kasian masyarakat jika harga sembako pun dimainkan,” pungkasnya. (KN)</p>