Menjual BBM Diatas HET, Akan Ditindak Tegas

oleh
oleh

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kapuas Hulu Dini Ardinato, SIP menegaskan bahwa apabila masih ada kios didapati menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak jenis premium diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, maka pihaknya tidak segan-segan akan menindak dengan melakukan penyitaan terhadap BBM miliki kios tersebut. <p style="text-align: justify;">“Kita sudah melakukan peringatan langsung dengan mendatangi pemilikkios yang ada di Kota Putussibau dan sekitarnya, agar mereka mematuhi aturan terkait HET yang telah dikeluarkan oleh Pemkab Kapuas Hulu, Kita akan lakukan penyitaan terhadap minyak mereka apabila masih dijual di atas HET,” jelasnya pada kalimantan-news.com ketika dikonfirmasi via telepon Senin (09/04/2012). <br /><br />Dijelaskan Dini bahwa selama ini pihaknya sering mendapat keluhan masyarakat dimana para pemilik kios menjual minyak jenis premium mencapai 8000 hingga belasan ribu perliternya. Sementara bedasarkan HET yang dikeluarkan Pemkab Kapuas Hulu minyak jenis premium ditetapkan dengan harga 5.500/liternya, meskipun sudah dilayangkan surat edaran bahkan himbau da teguran langsung namun pihak kios masih saja menjual diatas HET tersebut. <br /><br />Persoalan BBM tersebut, Dini mengaku bahwa jika hanya Sat Pol PP saja yang melakukan penertiban dikhawatirkan dilapangan aka nada benturan-benturan baik itu dengan masyarakat maupun dengan sejumlah oknum aparat. <br /><br />“Perlu ada tim terpadu dengan melibatkan sejumlah instansi dan penegak hukum untuk mengatasi persoalan harga BBM agar dijual sesuai dengan HET yang berlaku, jika Tim terpadu tidak dibentuk maka Saya yakin persoalan BBM ini susah diatasi,” jelasnya. <br /><br />lebih lanjut Dini mengatakan, pihaknya hanya bisa melakukan penyitaan terhadap BBM yang dijual diatas HET namun untuk menindak secara hukum yang berlaku sudah merupakan wewenang kepolisian, oleh karenanya Dini mengatakan bahwa dirinya juga akan melakukan koordinasi dengan unsure kepolisian Polres Kapuas Hulu dengan harapan persoalan harga BBM melibihi HET yang dikeluhkan warga bisa teratasi. <br /><br />Tidak hanya itu, Dini juga berharap agar Tim terpadu yang rencananya akan dibentuk tersebut segera dibentuk, jangan sampai kata Dini persoalan BBM di Kapuas Hulu berlarut-larut, sebab menurutnya BBM di Kapuas Hulu tidaklah langkah terbukti disetiap kios yang ada betaburan selalu saja ada minyak. Namun kendalanya yaitu para pengantri atau pengeret yang mengantri di APMS setiap harinya dengan menjual BBM ke kios dengan harga tinggi mencapai 6000 hingga 8000/liternya. <br /><br />“Menurut Saya sih jangan hanya kios yang ditertibkan, tetapi pengeret yang setiap harinya mengantri di APMS sampai-sampai masyarakat umum tidak memiliki kesempatan antri mesti juga ditertibkan, sebab jika Saya nilai salah satu factor tingginya harga minyak di kios diatas HET disebabkan oleh para pengeret,” cetusnya. <strong>(phs)</strong></p>