Menkokesra Serahkan Kartu Perlindungan Sosial

oleh

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Rabu, menyerahkan secara langsung kepada masyarakat penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) di Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Provinsi Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Hari ini saya ingin melihat secara langsung masyarakat penerima KPS. Setelah melihat secara langsung, ternyata memang benar penerima KPS benar-benar masyarakat yang tidak mampu," kata Agung Laksono saat penyerahan itu di Pontianak.<br /><br />Ia menjelaskan setelah melihat secara langsung, rata-rata penerima KPS memang sudah tepat sasaran.<br /><br />"Saya tidak melihat pemberian KPS ini diberikan pada masyarakat yang tergolong mampu," ungkapnya.<br /><br />Agung menambahkan, penerima KPS, dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sekitar sekitar 60 juta hingga 65 juta jiwa, atau sekitar 25 persen dari penduduk Indonesia.<br /><br />"Penerima KPS, adalah masyarakat yang punya penghasilan pas-pasan, tanggungannya cukup banyak sehingga layak menerima program bantuan pemerintah tersebut," ujarnya.<br /><br />Agung menjelaskan kedepan dengan dikeluarkannya KPS ini, akan diproyeksikan nantinya satu kartu untuk berbagai macam program prorakyat seperti ada program Raskin bisa menggunakan KPS, ada program BLSM juga bisa menggunakan KPS.<br /><br />"Sehingga masyarakat yang kurang mampu, nantinya cukup menggunakan KPS untuk mendapatkan berbagai macam program bantuan yang sifatnya pro rakyat," ujarnya.<br /><br />Kalau keadaan masyarakat tersebut nantinya sudah sejahtera, maka akan dicoret dalam mendapatkan KPS, kata Menkokesra.<br /><br />Sementara itu Lim At Jai (57) warga Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, salah seorang penerima KPS menyatakan, terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan keluarganya Kartu Perlindungan Sosial tersebut.<br /><br />"Saya tidak menyangka kalau pak menteri yang langsung menyerahkan KPS kepada keluarga kami," kata Lim At Jai yang suaminya bekerja sebagai buruh pikul di kawasan Pasar Tengah Pontianak.<br /><br />Menurut dia, selama ini keluarganya memang menerima bantuan Raskin, Jamkesmas dan program lainnya.<br /><br />"Penghasilan suami saya sebagai tukang pikul dalam sehari paling besar Rp50 ribu," kata Lim At Jai yang masih mengontrak selama 40 tahun di Gang Lestari, Kelurahan Sungai Bangkong tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>