Menteri Kominfo Tes Alat Monitor Spektrum Frekuensi Radio Di Kantor Pos Sintang

oleh

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengunjungi Kabupaten Sintang pada Rabu, 28 Desember 2016. <p style="text-align: justify;">Kedatangan Rudiantara yang menggunakan Helikopter Puma TNI AU di Bandara Susilo disambut Bupati Sintang H. Jarot Winarno, Kapolres Sintang Suharjimantoro, Sekretaris Daerah Yosepha Hasnah, Kadishubkominfo Hatta dan sejumlah kepala SKPD. <br />    <br />Kepada Menteri Kominfo Rudiantara, Bupati Sintang menyampaikan beberapa hal seperti jaringan telepon seluler di Ketungau Hulu yang hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS sehingga perlu ditingkatkan menjadi 3G. <br /><br />“selain itu, siaran RRI Sintang juga tidak bisa di tangkap di kawasan perbatasan di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Kalau bisa ada peralatan penguat siaran RRI Sintang. Saat ini dikawasan perbatasan, hanya bisa menangkap siaran radio Malaysia saja” terang H. Jarot Winarno kepada Rudiantara. Menanggapi permintaan Bupati Sintang tersebut, Menteri Kominfo Rudiantara akan membahas lebih lanjut.<br /&gt; <br />Usai berbincang di Ruang VIP Bandara Susilo, Menteri Kominfo Rudiantara  melakukan pengecekan kesiapan operasi Stasiun Monitor Tetap Transportable dengan mengambil tempat pengecekan di Kabupaten Sintang. Rudiantara saat berada di Kantor Pos Sintang melihat ruangan tempat menyimpan server, antena dan mencoba peralatan monitor.<br /> <br />“peralatan monitor spektrum frekuensi radio ini berguna untuk memonitor semua frekuensi radio yang ada di sintang. kegunaan yang utama adalah untuk keamanan penerbangan. biasakan ada siaran radio yang masuk ke pilot pesawat udara, ini bisa dikendalikan dengan peralatan ini. selain itu, kalau ada siaran yang tidak baik segera kita ketahui” terang Rudiantara. <br /><br />Adis Alifiawan Kasi Rancang Bangun Sistem Monitorng Spektrum Kemenkominfo menyampaikan kalaupun penerbangan di Sintang harus pindah ke Bandara Tebelian dan peralatan monitor spektrum frekuensi radio ini ada di Kota Sintang, tetap bisa digunakan. Karena daya jangkau peralatan ini bisa mencapai 15-20 KM dan tergantung kontur tanah di sini.<br /> <br />“Monitor Spektrum Frekuensi Radio mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian dibidang penggunaan spektrum frekuensi radio yang meliputi kegiatan pengamatan, deteksi sumber pancaran, monitoring, penertiban, evaluasi dan pengujian ilmiah, pengukuran, dan koordinasi monitoring frekuensi radio. Peralatan ini diawasi oleh Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. <br /><br />“kegiatan monitoring spektrum frekuensi radio bertujuan untuk mengawasi tertib penggunaan spektrum frekuensi radio, memantau ketersediaan frekuensi radio dalam rangka penataan dan atau penetapan frekuensi baru, serta memberikan perlindungan kepada pengguna frekuensi radio yang telah mendapatkan izin dari gangguan yang merugikan” terang Adis Alifiawan.<br /><br />Adis Alifiawan menambahkan kegiatan dimaksud meliputi observasi/monitoring penggunaan atau pendudukan spektrum frekuensi, melakukan pengukuran parameter teknis untuk mengetahui karakteristik dan kualitas pancaran frekuensi radio dan kegiatan inspeksi secara langsung ke lapangan (validasi data), kemudian hasil akhir dari kegiatan diatas dapat juga dijadikan target operasi dalam penertiban penggunaan frekuensi radio di lapangan, dan tugas lain yang juga sangat penting dan menjadi prioritas dalam pelaksanaannya adalah penanganan gangguan frekuensi radio.<br /><br />Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam Sistem Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan diterapkan secara nasional, maka diharapkan dapat meningkatkan ketertiban pengguna frekuensi radio, mengeliminasi potensi terjadinya gangguan antar pengguna frekuensi, terutama gangguan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa manusia dan gangguan terhadap negara lain. Dan tentu saja yang paling utama sistem ini dapat membantu manajemen spektrum frekuensi nasional untuk mengambil keputusan terkait spektrum frekuensi radio.(Slh/Hms)</p>