Menteri Perempuan Sarawak Akui Orang Indonesia Kreatif

oleh

Menteri Kebijakan, Pembangunan Perempuan dan Keluarga Negara Bagian Sarawak Datuk Hajah Fatimah Abdullah mengakui orang Indonesia sangat kreatif, terutama di bidang seni dan budaya. <p style="text-align: justify;">"Saya akui orang Indonesia itu sangat kreatif. The best," kata Datuk Hajah Fatimah Abdullah saat melihat stand pameran Konsulat Jenderal RI di Kuching yang diwakili Khachifa atau "Khatulistiwa Children Fun Art".<br /><br />Saat diwawancarai Datuk Fatimah menunjukkan jari jempolnya. Dia tidak menyangka karya seni berupa lukisan yang dipamerkan dalam pameran pendidikan atau Commonwealth Education Carnival itu buah karya anak-anak.<br /><br />"Saya kira ini lukisan orang dewasa, tetapi ternyata karya anak-anak Khachifa," katanya.<br /><br />Datuk Hajah Fatimah Abdullah membuka pameran tersebut yang digelar di The Spring Kuching, sebuah tempat di tengah kota Kuching.<br /><br /&gt;Dalam sambutannya saat pembukaan, ia mengatakan selain pendidikan juga harus memiliki keahlian.<br /><br />Saat mengunjungi stan Khachifa, menteri tersebut menyatakan gambarnya sangat bagus, seperti hasil karya orang dewasa.<br /><br />"Saya tidak menyangka ini karya anak-anak," katanya.<br /><br />Tetapi ia mengaku mengetahui bahwa orang Indonesia terkenal sangat kreatif.<br /><br />Ia menyatakan anak Indonesia harus selalu mengembangkan kreativitasnya.<br /><br />Ia juga menyempatkan diri berfoto bersama anak-anak Khachifa yang memegang karya mereka berupa sepatu dan celengan lukis.<br /><br />Menteri tersebut mendapatkan kenang-kenangan berupa jilbab yang dilukis salah satu anak Khachifa.<br /><br />"Lukisan ini tidak luntur," kata Ketua Khachifa Eva Dolorosa.<br /><br />Khachifa menjadi satu-satunya peserta pameran mewakili KJRI. Khachifa merupakan sanggar bagi anak-anak yang memiliki hobi menggambar, diundang Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Kuching untuk berpartisipasi mewakili Indonesia dalam pameran tersebut.<br /><br />Ketua Khachifa Eva Dolorosa menyatakan sebanyak 11 anak ikut berpartisipasi dalam pameran itu dengan menampilkan karya mereka, diantaranya lukisan kanvas, lukisan dengan media sepatu, celengan, kaos, jilbab, kartu ucapan dan tas kain.<br /><br />Anak-anak itu juga hadir dalam pameran tersebut guna menawarkan karya mereka kepada pengunjung pameran. "Ada banyak karya yang sudah dihasilkan, dan ini hanya separuhnya saja," kata Eva.<br /><br />Sebelumnya Konsul pada KJRI di Kuching, Gondosoemarto Wibisono menyatakan sengaja melibatkan Khachifa dalam kegiatan itu karena berdasarkan keinginan sanggar itu untuk mengadakan pameran di Kuching sejak September lalu.<br /><br />"Saya sengaja mengambil momen ini karena akan banyak pengunjung yang dapat menyaksikan pameran," katanya.<br /><br />Pameran diikuti 24 stand di antaranya peserta dari beberapa universitas seperti University of Southampton, University of East London, dan Raffles University. Kemudian British Council, Kuching Specialist Hospital, dan KJRI di Kuching yang diwakili Khachifa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>