Menyambut Hari Ibu, Komisi VIII Lahirkan Banyak UU Ramah Perempuan

oleh

Komisi VIII DPR RI telah melahirkan banyak Undang-Undang (UU) yang ramah perempuan juga memberdayakan. Ini penting sebagai bagian dari membangun bangsa yang kuat dan melahirkan generasi sehat secara fisik dan mental. <p style="text-align: justify;">Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari menyampaikan hal tersebut, Senin (11/12/2017), di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Dalam konteks menyambuat Hari Ibu tanggal 22 Desember, Komisi VIII DPR dan pemerintah sudah punya  PKH (program keluarga harapan). Program ini sangat ramah perempuan dan penuh pemberdayaan. Program ini sekali lagi dirilis untuk mensejahterakan para ibu dan anak.<br /><br />"Ini ditujukan untuk kesejahteraan ibu dan anak. Program ini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memberi kesempatan kepada para ibu dan kaum wanita agar berdaya," tutur Anggota F-PAN tersebut.<br /><br />PKH merupakan salah satu program unggulan yang digulirkan pemerintah bersama Komisi VIII untuk mendidik masyarakat hidup mandiri, sehat, dan sejahtera, terutama bagi kaum perempuannya.<br /><br />"Yang dibutuhkan para ibu itu sehat, sejahtera, aman, dan nyaman. Itu udah pasti. Kalau ibunya sehat secara mental, insyaallah bisa melahirkan anak-anak sekaligus mendidiknya secara baik. Tapi kalau secara fisik dan mental para perempuan tidak merasa aman dan nyaman tentu mereka tidak bisa berperan seperti dikodratkan oleh Allah," ucap Desy.<br /><br />Produk UU yang sudah dihasilkan Komisi VIII dalam mendukung pemberdayaan perempuan diantaranya adalah UU KDRT, UU Perlindungan Anak, dan UU Disabilitas. Semua UU itu sangat ramah perempuan. Kini, Komisi VIII sendiri sedang menggodok UU Kekeraaan Seksual yang menjadi agenda penting. Ini agar membuat nyaman dan aman perempuan Indonesia.<br /><br />Desy berharap, semua produk perundang-undangan ini bisa terus menerus dijalankan secara konsisten. Komitmen penegakan hukum ini, sambung Desy, untuk membuat masyarakat terutama kaum perempuan merasa nyaman dan aman. "Menyambut Hari Ibu 22 Desember nanti, semoga semua perempuan Indonesia bisa menjadi dirinya sebagai ibu dan nenek," tutup Desy. (mh/sc)<br /><br /><br />Sumber: http://www.dpr.go.id</p>