Merasa Ada kejanggalan, Warga Minta Pihak PLN Diaudit

oleh

Tidak hanya mempertanyakan kejanggalan tagihan bulanan, H. M. Sawi salah satu warga Desa Nanga Semangut Kecamatan Bunut Hulu meminta kepada pihak terkait yiatu BPK atau BPKP untuk melakukan audit kepada pihak PT.PLN Rayon Putussibau, hal tersebut dimaksudkan agar ada ketransparan dari PLN kepada semua pihak. <p style="text-align: justify;">“Kita minta PLN segera diaudit, sebab kita nilai banyak penyimpangan baik dalam kinerja dilapangan maupun administrasi pasalnya kekecewaan telah kami alami dengan kejanggala atas tagihan bulanan, dimana masyarakat terus dibebani tagihan bulanan meskipun sudah membayar dan setiap bulannya mengalami peningkatan nilai nominal,”kata H.M Sawi ditemui usai Audensi di Kantor PT. PLN Rayon Putussibau, Jum’at (21/12/2012).<br /><br />Bahkan Sawi meminta apabila ada pelanggaran yang dialukan oleh pihak PLN secara pidanan, hendaknya segera ditindak, jangan sampai masyarakat dijadikan korbannya. <br /><br />“Salah satu persoalan yang sudah kita laporkan yiatu pemalsuan tandatangan warga Nanga Bunut oleh oknum pegawai PLN, dan saat ini ditangani oleh Polres Kapuas Hului, oleh karernanya kita minta pihak BPK juga melakukan audit ke PLN,”pintanya.<br /><br />Menanggapi permintaan warga tersebut, Albert Safaria selaku  Manejer PT. PLN  (Persero) Rayon Putussibau mengatakan bahwa apabila memang ada kejanggalan di PLN atau penyimpangan sudah pasti menjadi temuan, pasalnya pihak terkait selalu melakukan audit seperti yang dimaksudkan.<br /><br />“Sama dengan kantor-kator atau organisas lainnya, PLN juga sudah diaudit, jadi tidak ada yang kita sembunyikan, masalah kritik itu biasa untuk peningkatan kinerja, kami telah berupaya melakukan pelayanan yang terbaik tetapi jika masih ada kekurangan tolong dimaklumi, “ucapnya. <strong>(phs/foto: dok)</strong></p>