Migas Sumbang PBB Barito Utara Rp62,3 Miliar

oleh

Realisasi penerimaan bagi hasil dari pajak bumi dan bangunan (PBB) pada 2013 di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dari sektor pertambangan, terbesar disumbang migas mencapai Rp62,3 miliar atau 664,75 persen dari target Rp9,3 miliar. <p style="text-align: justify;">"Penerimaan PBB sektor pertambangan yang disumbang minyak dan gas (migas) nilainya cukup besar dibanding sektor lain," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Barito Utara, Kalamanius, di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut Kalmanius, untuk penerimaan bagi hasil pajak dana perimbangan dari pemerintah pusat berasal dari nonmigas mencapai Rp3 miliar lebih atau 93,76 persen dari rencana Rp3,2 miliar.<br /><br />Secara keseluruhan, kata dia, PBB dari sektor pertambangan mencapai Rp65,4 miliar lebih atau 518,35 persen dari target Rp12,6 miliar.<br /><br />"PBB sektor pertambangan ini merupakan sumber penerimaan bagi hasil pajak terbesar untuk Barito Utara," katanya didampingi Kepala Bidang Pendapatan, Rini Hastuti.<br /><br />Kalmanius menjelaskan bahwa realisasi PBB di Kabupaten Barito Utara juga berasal dari sejumlah sektor lainnya periode Januari – Desember 2013, yakni perkebunan sebesar Rp3,8 miliar atau 214,69 persen dari target Rp1,7 miliar.<br /><br />Sektor kehutanan, kata dia, hanya Rp1,7 miliar lebih atau 48,49 persen dari target Rp3,6 miliar.<br /><br />"Selama ini, kami hanya menerima laporan realisasi pembayaran PBB, sedangkan yang berwenang melakukan penagihan adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Muara Teweh," jelasnya.<br /><br />Adapun PBB sektor perdesaan terealisasi Rp259,3 juta atau 146,79 persen dari target Rp176,7 juta dan perkotaan Rp876,5 juta atau 114,02 persen dari rencana Rp768,8 juta.<br /><br />"Mulai 1 Januari 2014 ini pengelolaan PBB perkotaan dan perdesaan diserahkan pemerintah pusat ke daerah dan pengelolaannya telah diluncurkan (launching) oleh Bupati Barito Utara, Nadalsyah," ucapnya. <strong>(das/ant)</strong></p>