Miris, Guru PNS Hanya 2 di SMP N 5 Belimbing

oleh

SMP Negeri 5 Satu Atap (Satap) Belimbing merupakan salah satu sekolah yang berada nun jauh disana di Desa balai Agas kecamatan Belimbing. <p>Akses transportasi yang sangat memprihatinkan serta sulitnya menuju ke lokasi sekolah tak menyurutkan para guru disana. Namun disayangkan, masih saja banyak kendala yang harus menjadi perhatian Pemerintah.<br /><br />Seperti yang disampaikan Kepala Sekolah SMP N 5 Satap Belimbing, Ahmad Subekti. Ia mengatakan bahwa masih banyak masalah yang mesti dihadapi dalam proses belajar sehari-hari. Dari persoalan tenaga guru yang kurang serta tingginya angka putus sekolah akibat jarak tempuh siswa yang terlalu jauh.<br /><br />“Sejak berdiri, hanya ada dua tenaga pengajar yang berstatus PNS termasuk kepala sekolah. Sementara yang lain adalah guru honor komite. Dari saya masuk, ya memang cuma dua orang ini guru PNS nya,” ungkapnya dihubungi, kemarin.<br /><br />Ahmad mengungkapkan sejak berdiri tak banyak guru PNS yang ditugaskan di sekolah yang berada jauh di pedalaman Melawi ini. Selain tak memiliki akses komunikasi seluler, medan jalan untuk menuju ke sana juga luar biasa berat. Perbukitan yang tinggi ditambah kondisi jalan yang parah semakin menyulitkan masyarakat. “Belum lagi saat musim banjir harus menyeberangi sungai, kalau hujan mau 10 jam baru sampai ke desa dari Nanga Pinoh,” katanya.<br /><br />SMPN 5 Satap Belimbing, terang Ahmad kini dibantu tujuh guru honor. Mereka mengajar seluruh mata pelajaran dari matematika, IPA, IPS, Bahasa dan Agama. Padahal latar belakang pendidikan guru honor ini adalah sarjana pendidikan agama Kristen. <br /><br />“Yang linier cuma tiga orang. Sisanya ya mengajar lebih dari satu mata pelajaran,” katanya. <br /><br />Biarpun mengajar di daerah yang begitu terpencil dan sulit dijangkau, Ahmad mengungkapkan hingga kini dirinya belum pernah menerima tunjangan guru terpencil. Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan ia tak mau mengabdi untuk memberikan ilmu pada anak-anak di Balai Agas. <br /><br />“Biarpun kadang sampai menginap di jalan karena kondisi jalan hancur, kami masih tetap menjalankan tugas,” ucapnya. (KN)</p>