Home / Tak Berkategori

Miris, Guru PNS Hanya 2 di SMP N 5 Belimbing

- Jurnalis

Jumat, 13 Mei 2016 - 04:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 5 Satu Atap (Satap) Belimbing merupakan salah satu sekolah yang berada nun jauh disana di Desa balai Agas kecamatan Belimbing. <p>Akses transportasi yang sangat memprihatinkan serta sulitnya menuju ke lokasi sekolah tak menyurutkan para guru disana. Namun disayangkan, masih saja banyak kendala yang harus menjadi perhatian Pemerintah.<br /><br />Seperti yang disampaikan Kepala Sekolah SMP N 5 Satap Belimbing, Ahmad Subekti. Ia mengatakan bahwa masih banyak masalah yang mesti dihadapi dalam proses belajar sehari-hari. Dari persoalan tenaga guru yang kurang serta tingginya angka putus sekolah akibat jarak tempuh siswa yang terlalu jauh.<br /><br />“Sejak berdiri, hanya ada dua tenaga pengajar yang berstatus PNS termasuk kepala sekolah. Sementara yang lain adalah guru honor komite. Dari saya masuk, ya memang cuma dua orang ini guru PNS nya,” ungkapnya dihubungi, kemarin.<br /><br />Ahmad mengungkapkan sejak berdiri tak banyak guru PNS yang ditugaskan di sekolah yang berada jauh di pedalaman Melawi ini. Selain tak memiliki akses komunikasi seluler, medan jalan untuk menuju ke sana juga luar biasa berat. Perbukitan yang tinggi ditambah kondisi jalan yang parah semakin menyulitkan masyarakat. “Belum lagi saat musim banjir harus menyeberangi sungai, kalau hujan mau 10 jam baru sampai ke desa dari Nanga Pinoh,” katanya.<br /><br />SMPN 5 Satap Belimbing, terang Ahmad kini dibantu tujuh guru honor. Mereka mengajar seluruh mata pelajaran dari matematika, IPA, IPS, Bahasa dan Agama. Padahal latar belakang pendidikan guru honor ini adalah sarjana pendidikan agama Kristen. <br /><br />“Yang linier cuma tiga orang. Sisanya ya mengajar lebih dari satu mata pelajaran,” katanya. <br /><br />Biarpun mengajar di daerah yang begitu terpencil dan sulit dijangkau, Ahmad mengungkapkan hingga kini dirinya belum pernah menerima tunjangan guru terpencil. Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan ia tak mau mengabdi untuk memberikan ilmu pada anak-anak di Balai Agas. <br /><br />“Biarpun kadang sampai menginap di jalan karena kondisi jalan hancur, kami masih tetap menjalankan tugas,” ucapnya. (KN)</p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play