Miris, Pelajar Sintang Lakukan Aborsi

oleh

Sebuah janin dengan berbungkus kain putih (kafan) ditemukan di bawah jembatan jemelak yang terletak di Akcaya I Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">Janin tersebut diduga janin hasil aborsi dari pelajar yang sempat santer beberapa waktu lalu sehingga berbekal dengan informasi tersebut pihak kepolisian mencari jejak dimana dikuburnya janin tersebut yang ternyata sempat terendam saat air pasang beberapa waktu lalu.<br /><br />Pihak kepolisian menemukan bungkusan kain putih yang diduga merupakan janin  hasil hubungan diluar nikah kedua pelajar yang sengaja diaborsi terkubur di bawah jembatan jemelak Akcaya Satu.<br /><br />Hal itu diperkuat dengan banyaknya bekas pembalut dan pampers dewasa yang berlumuran darah di sekitar tempat bungkusan itu ditemukan.<br />Bungkusan yang diduga merupakan janin tersebut dibawa ke RSUD Ade M Djoen Sintang serta beberapa bekas pembalut oleh beberapa anggota agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.<br /><br />Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, M Afen mengaku prihatin dengan praktek aborsi yang diduga dilakukan oleh pelajar di Kabupaten Sintang.<br /><br />Pasalnya hal itu menunjukkan bahwa kenakalan remaja di Kabupaten Sintang sudah dapat dikatakan melampaui batas dan harus mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak.<br /><br />“Perananan orang tua sangat dibutuhkan, dimana kalau di sekolah guru hanya membimbing sekitar delapan jam, selebihnya orang tua”, jelas Afen<br />Sementara itu, pihak kepolisian Resort Sintang hingga saat ini belum bisa memberikan konfirmasi lebih lanjut dikarenakan hal tersebut masih dalam penyilidikan. (yli/kn)</p>