Mobil Luar Kalsel Wajib Gunakan Pertamax

oleh

Mobil dari luar Kalimantan Selatan atau nomor polisi non DA wajib menggunakan BBM jenis Pertamax setelah diberlakukannya kebijakan pembelian premium dan solar bersubsidi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan "Smart card" pada Juni 2012. <p style="text-align: justify;">"Mobil yang bisa menggunakan kartu pintar hanya yang terdaftar di Polda dan instansi lainya di Kalsel, " kata Menteri BUMN Dahlan Iskan yang khusus datang ke Kalsel untuk membicarakan teknis penggunaan "Smart Card" dengan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Wagub Kalimantan Tengah Akhmad Diran, Kapolda Kalsel dan perwakilan PT Pertamina.<br /><br />Artinya, kata dia, mobil yang pembayaran pajaknya di daerah lain seperti mobil dari Kalimantan Timur, Jakarta, Surabaya dan lainnya tidak akan mendapatkan kartu pembelian BBM bersubsidi.<br /><br />Begitu juga dengan mobil tambang, perkebunan dan lainnya juga tidak akan mendapatkan kartu tersebut, karena sesuai ketentuan mereka harus menggunakan BBM non-subsidi.<br /><br />"Kemungkinan pihak-pihak tersebut yang tidak akan setuju dengan pemberlakuan kartu pintar tersebut, sehingga Kapolda harus waspada untuk menghadapi berbagai kemungkinan munculnya protes ," katanya.<br /><br />Sedangkan untuk teknis penghimpunan data jumlah mobil, kata Dahlan, diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina, kepolisian daerah dan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk mensinergikannya.<br /><br />Dengan kartu pintar tersebut, kata dia, tujuan untuk pengaturan BBM bersubsidi dan jumlah riil kuota daerah bisa terlihat.<br /><br />"Selama ini, kita sering mendengar kabar bahwa BBM banyak yang diselewengkan, sehingga kekurangan kuota yang disampaikan baru berupa estimasi, tidak ada data riilnya," katanya.<br /><br />Dengan kartu tersebut, akan diketahui, apakah Kalsel dan Kalteng benar-benar kekurangan kuota atau pada dasarnya cukup tetapi karena banyak diselewengkan menjadi kurang.<br /><br />Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin mengatakan, untuk mengawasi kebijakan gubernur tentang pembatasan BBM, saat ini pihaknya tiap hari mengerahkan tigaperempat kekuatan pasukan kepolisian daerah untuk menjaga seluruh SPBU di Kalsel agar tidak terjadi penyelewengan dan hal lainnya.<br /><br />"Syukur saat ini kondisinya telah normal, antrean sudah tidak seperti sebelumnya," katanya.<br /><br />Menurut Kapolda, sinyalemen adanya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum aparat dan oknum-oknum lainnya memang ada, tetapi yang menjadi penyebab utama antrean BBM di Kalsel adalah tidak mencukupinya suplai dan permintaan.<br /><br />"Jadi saya rasa pengawasan melalui penggunaan kartu pintar ini sangat bagus, sehingga sehingga segera diperoleh solusi yang tepat," katanya.<br /><br />Kedatangan Dahlan Iskan yang hanya sekitar tiga jam di Bandara Syamsudin Noor khusus untuk melakukan rapat koordinasi terkait berbagai persoalan BBM di Kalsel dan Kalteng.<br /><br />Usai rapat di VIP bandara tersebut, Dahlan langsung kembali terbang ke Jakarta.<strong> (phs/Ant)</strong></p>