Modus Penipuan Semakin Marak Di Sintang

oleh

Orang tua Fahri panik, mendapat telepon menyebut anaknya mengalami kecelakaan disekolah dan saat ini sudah berada di rumah sakit. Fahri siswa kelas tiga SD Negeri 26 Sintang dikabarkan jatuh saat bermain dan mengalami luka berat. <p style="text-align: justify;">Dalam situasi panik orang tua Fahri hampir saja mengirim uang sejumlah Rp 11 juta melalui kantor pos sesuai permintaan penelpon. Penipu itu menelpon ke toko emas Mandala milik orang tua Fahri, Senin (20/22/2012) siang. <br /><br />Kapolsek Sintang Kota, AKP Elyadi melalui Kanit Reskrim, Ipda Zulfikar Koto menyebut bahwa beruntung ketika hendak mengirim uang Rp 11 juta, pegawai kantor pos yang bertugas menyarankan mengecek lagi kebenaran informasi itu dan jangan sampai berita itu bohong karena penipuan saat ini dilakukan dengan berbagai cara. Saran itu membuat orang tua Fahri tersadarkan. <br /> <br />Ipda Zulfikar Koto mengatakan mengikuti saran pegawai kantor pos, orang tua Fahri mengecek ke sekolah anaknya SD Negeri 26 Sintang yang berada tidak jauh dari tempat usahanya. Meskipun nama Fahri di sekolah itu sedikitnya ada lima anak, Fahri yang dimaksud siswa kelas tiga ternyata sehat dan memang mengalami kecelakaan seperti kabar penipu itu namun hanya sedikit terkilir. Kabar ini sempat membuat SD Negeri 26 heboh, karena selain orang tua, petugas dan beberapa masyarakat berdatangan ke sekolah itu. <br /><br />Menurut Zulfikar Koto kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi, dan menurut infomasi yang didapat sudah pernah ada korban di Sintang. Selain menghubungi melalui telepon, cara yang digunakan pelaku di Sintang kota yang juga marak adalah dengan cara hipnotis. <br /><br />“Kita sudah amankan satu kelompok  yang menipu dengan cara hipnotis,” lanjut Zulfikar.<br /> <br />Perwira dengan satu balok dipundaknya ini mengatakan bahwa pihaknya sudah menempatkan petugas dibeberapa titik di pasar inpres dan pasar sungai durian. <br /><br />“Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih tenang ketika berbelanja, karena hipnotis yang juga marak akhir-akhir ini modusnya menawarkan barang kepada orang-orang yang sedang berbelanja,” tambahnya lagi.<br />  <br />Sementara itu, Kapolres Sintang AKBP Oktavianus Martin berharap kepada masyarakat agar lebih waspada dengan modus penipuan yang makin beragam. Terlebih saat ini modus seperti ini semakin sering terjadi. <br /><br />“Kami menghimbau masyarakat agar lebih waspada dengan telepon seperti yang dialami orang tua Fahri. Karena penipu ini terorganisir dan memahami betul situasi dan kondisi Sintang serta calon korban,” pinta Kapolres<br /><br />Lebih lanjut Oktavianus Martin mengatakan selain menyebut anak mengalami kecelakaan penipu ini juga sering kali mengatasnamakan pejaba, ketika menelpon calon korbannya. Kasus seperti ini  sudah beberapa kali terjadi. <br /><br />“Saat ini Polres Sintang sedang mendalami, dan berusaha untuk mengungkap kasus ini,” tukasnya.<strong> (phs)      </strong></p>