Motor Dinas Kades Belum Plat Merah

oleh

Beberapa kepala desa di Sintang mengalokasi anggarannya untuk membeli kendaraan operasional desa. Motor yang dibeli adalah aset desa, namun hingga saat ini tidak satupun yang berplat merah. <p style="text-align: justify;">“Pembeliaan kendaraan menggunakan anggaran desa semestinya menggunakan plat merah, tapi sampai sekarang memang belum dibuatkan aturannya,” kata GA Anderson, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang.<br /><br />Ia mengatakan pemerintahan desa dengan aturan anggaran yang ada sekarang sebenarnya sudah mengikuti mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang ada sehingga apapaun yang dibelanjakan dari anggaran desa itu adalah merupakan aset daerah.<br /><br />“Makanya untuk kendaraan bermotor yang dibeli sebenarnya harus menggunakan plat merah, sama seperti kendaraan lainnya yang dibeli daerah,” kata dia.<br /><br />Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membenarkan kalau sampai saat ini kendaraan yang dibeli pemerintahan desa dari alokasi anggarannya masih menggunakan plat hitam layaknya kendaraan biasa.<br /><br />“Ini sudah kami kami biacarakan, nantinya kita upayakan apakah cukup dibuatkan edaran atau harus melalui peraturan bupati untuk mengatur masalah plat kendaraan yang dibeli desa,” jelasnya.<br /><br />Ia mengatakan pemerintahan desa dengan alokasi anggaran yang ada termasuk Alokasi Dana Desa (ADD) memang dibolehkan untuk membeli kendaraan bermotor untuk operasional menjalankan roda pemerintahan di desa.<br /><br />“Boleh beli kendaraan operasional, namun tetap masuk sebagai aset desa dan selama ini sudah dilakukan oleh beberapa desa terutama desa yang memang benar-benar membutuhkan kendaraan itu untuk operasionalnya,” kata dia. <strong>(phs)</strong></p>