Muatan Kayu Melintasi Sungai Sintang Harus Lapor

oleh

Sintang, 6/12 (ANTARA) – Bupati Sintang, Kalimantan Barat, mengingatkan kepada perusahaan kayu yang beroperasi di Kabupaten Sintang, agar tetap memerhatikan keselamatan ketika membawa muatan kayu melintas di alur sungai Kapuas atau Melawi. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Milton Crosby terkait dengan upaya menjaga infrastruktur jembatan yang memotong kedua sungai tersebut.<br /><br />"Hendaknya mereka memberitahukan kepada Dinas Perhubungan saat akan melintas sungai melewati bawah jembatan tersebut, jangan sampai fender jembatan rusak tertabrak tongkang bermuatan kayu seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Milton di Sintang, Selasa (06/12/2011).<br /><br />Selain itu, perusahaan juga harus mempekerjakan orang yang berpengalaman saat akan menarik tongkang bermuatan kayu guna menghindari hal yang tidak diinginkan, apalagi saat ini kondisi sungai tengah pasang dengan arus yang deras.<br /><br />"Cari orang yang berpengalaman, karena debit sungai sedang pasang sehingga arus deras lebih mendominasi di alur sungai," katanya menegaskannya.<br /><br />Pemerintah kabupaten Sintang, lanjut Milton terkait dengan tragedi ambruknya jembatan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sudah mulai melakukan pengawasan ketat terhadap infrastruktur jembatan yang ada di Kabupaten Sintang.<br /><br />"Pengawasan sudah mulai kita tingkatkan, namun kita lebih kepada yang menjadi kewenangan kabupaten seperti pengawasan lalulintas air yang melintas di bawah jembatan," jelasnya.<br /><br />Ditambahkan, khusus untuk jembatan yang merupakan kewenangan provinsi pemerintah kabupaten melalui institusi PU sudah menyampaikan untuk lebih diperhatikan kondisi dari jembatan tersebut.<br /><br />"Biasanya untuk anggaran pemeliharaan jembatan itu langsung masuk dalam UPJJ dan include dengan perawatan jalan," ungkapnya.<br /><br />Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Hatta mengungkapkan jika selama ini tidak ada koordinasi dari perusahaan kepada pihaknya saat perusahaan akan menggunakan alur sungai membawa kayu ataupun alat berat lainnya.<br /><br />"Selama ini memang mereka tidak pernah melakukan koordinasi dengan kita," ungkapnya.<br /><br /&gt;Ditambahkannya, meskipun Dishub belum memiliki kapal khusus untuk melakukan pengawalan namun pihaknya dapat melakukan koordinasi lanjutan ke polisi air untuk melakukan pengawalan.<br /><br />"Yang penting perusahaan mau menyampaikan ke kita dulu, nanti kita akan lakukan koordinasi lanjut ke Polisi Air, karena kita memang belum punya kapal khusus," tandasnya.<br /><br />Sebelumnya, kemarin sebuah tongkang yang membawa ribuan ton kayu gelondongan melintas di alur sungai Melawi di bawah jembatan Melawi. Kayu-kayu gelondongan tersebut tinggal beberapa meter menyentuh badan jalan diatas jembatan, padahal arus sungai sedang deras dan debit air dalam kondisi pasang.<strong> (*)</strong></p>