Muhaimin : TKI Ilegal Lebih Sulit Diselamatkan dari Hukuman Mati

oleh

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah melakukan berbagai macam cara untuk menyelamatkan TKI / WNI yang terancam hukuman mati di berbagai negara. <p style="text-align: justify;">Bahkan pemerintah tidak membedakan mana TKI/WNI  yang legal dan ilegal dalam upaya pengurangan hukuman di luar negeri.<br /><br />"Saya tegaskan, pemerintah tidak pandang bulu soal itu. Untuk penanganan kasus TKI ini kita. menggunakan lawyer terbaik dari negara TKI tersebut. Kita mengusahakan agar hukuman mati digeser menjadi seumur hidup," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar  di  Jakarta, belum lama ini.<br /><br />Hal tersebut diungkapkan Muhaimin saat menjadi keynote speaker dalam acara “Sosialiasi penyempurnaan proses penyediaan dan penempatan TKI di Luar Negeri serta Perlindungan WNI di Luar Negeri “yang diadakan Satgas TKI/WNI yang terancam hukuman mati.<br /><br />Muhaimin mengatakan meski tidak membedakan mengenai status legal atau tidak, namun pemerintah mengalami kesulitan bagi TKI yang berangkat melalui jalur ilegal untuk mendapatkan pengurangan hukuman.<br /><br />"Penanganan terhadap TKI illegal memang lebih sulit  dan rumit karena saat masuk ke negara tersebut TKI illegal sudah melanggar hukum  sehingga position bargainingnya lebih sulit daripada yang legal," kata Muhaimin.<br /><br />Selain itu, Muhaimin menjelaskan kalau pemerintah melalui satgas TKI menggunakan berbagai pendekatan untuk menyelesaikan kasus TKI di luar negeri. Seperti di Saudi Arabia, tuturnya, satgas menjalin komunikasi dengan pemerintah dan Raja serta keluarga korban untuk melakukan pembelaan. Sehingga,  vonis terpidana TKI bisa digeser menjadi setidaknya hukuman seumur hidup. <strong>(phs/Pusat Humas Kemnakertrans)</strong></p>