Muhammadiyah Kalbar Siapkan Program Peduli Perbatasan

oleh

Organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Barat tengah mengkaji program peduli perbatasan meliputi berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi. <p style="text-align: justify;">"Akan ada banyak hal yang disiapkan untuk daerah perbatasan," kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalbar, Ahmad Jaiz saat dihubungi di Pontianak, Senin.<br /><br />Diantaranya di sektor pendidikan berupa menghimpun bantuan hibah, tanah dan sarana penunjang lainnya oleh sejumlah bupati yang mempunyai wilayah perbatasan.<br /><br />Menurut dia, hal itu terkait dengan rencana pembangunan lembaga pendidikan seperti pesantren, gedung dakwah dan klinik kesehatan. Selain itu, juga cikal bakal Universitas Muhammadiyah Sintang yang secara administrasi ada di bawah Universitas Muhammadiyah Pontianak.<br /><br />Ia mengungkapkan, Universitas Muhammadiyah Sintang itu pada tahun ini sudah mulai membuka pendaftaran atau paling lambat tahun depan sudah mulai perkuliahannya.<br /><br />Ia bersyukur Bupati Sintang memberi respons yang positif bahkan memberi hibah dan bantuan terkait program tersebut.<br /><br />"Bupati Kapuas Hulu juga sudah menyatakan akan memberi bantuan untuk dibangun pesantren di perbatasan," ungkap dia.<br /><br />Ia melanjutkan, pemerintah daerah di Kabupaten Melawi dan Sanggau juga memberi respons yang sama.<br /><br />"Mereka punya kepedulian yang tinggi karena bersinergi dengan program pemerintah. Jika program ini terlaksana, maka yang akan mendapat kebaikannya juga masyarakat di sana," kata Ahmad Jaiz.<br /><br />Selain membangun sarana dan prasarana pendidikan, Muhammadiyah juga akan membangun klinik kesehatan, balai pengobatan, bahkan rumah sakit. Sedangkan di bidang ekonomi, akan mendorong pertumbuhan dan pergerakan di daerah perbatasan.<br /><br />Pihaknya juga tengah menyiapkan agenda kunjungan Menteri Kehutanan ke Kalbar untuk bersilaturahmi dengan warga Muhammadiyah.<br /><br />Selain kunjungan, akan ada kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Lalu, penanaman pohon Gerakan Muhammadiyah Menanam di lahan tanah Muhammadiyah 30 hektare di Sungai Ambawang.<br /><br />Ia memperkirakan akan diikuti sekitar dua ribu orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa di lingkungan Muhammadiyah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>