Mura Targetkan Sarana Air Bersih Selesai 2013

oleh

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah membangun peningkatan sarana air bersih berskala besar senilai Rp25,2 miliar yang ditargetkan rampung hingga 2013. <p style="text-align: justify;">"Pembangunan sarana air bersih yang sudah dimulai akhir 2010 itu merupakan program prioritas, mengingat fasilitas yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat," kata Wakil Bupati Murung Raya (Mura), Nuryakin di Puruk Cahu, Kamis.<br /><br />Menurut Nuryakin, pembangunan sarana air bersih berkapasitas dua kali 50 liter per detik itu menggunakan kontrak tahun jamak atau "multiyears", untuk mendukung kegiatan tersebut pemerintah daerah telah membuat peraturan daerahnya.<br /><br />Saat ini sarana air bersih yang menggunakan bahan bakunya dari Sungai Barito itu sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan air secara maksimal kepada masyarakat, karena kapasitasnya masih kecil atau skala kecamatan sebelum menjadi kabupaten definitif yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Barito Utara.<br /><br />Dengan berkembangnya kabupaten ini, kata dia, sudah saatnya dilakukan perluasan dan menambah kapasitas sarana air bersih termasuk penunjang seperti listrik dan fasilitas pendukung lainnya.<br /><br />"Kami harapkan instalasi air bersih itu mampu memenuhi kebutuhan warga Puruk Cahu hingga menjangkau desa dan kecamatan terdekat," katanya.<br /><br />Selain pembangunan sarana air bersih tersebut, pemerintah di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini juga menargetkan sejumlah proyek kegiatan lainnya menggunakan sistem kontrak tahun jamak yang ditargetkan selesai tahun 2011 dan 2012.<br /><br />Kegiatan pembangunan tersebut diantaranya pembangunan stadion, gedung olahraga, pembangunan lanjutan kantor bupati, gedung bulu tangkis, alun-alun kota dan pasar tradisional baru serta masjid Agung Puruk Cahu.<br /><br />Untuk memenuhi target itu, kata dia, pihaknya berupaya secara maksimal melakukan pembangunan dan pengawasan terhadap kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.<br /><br />"Pembangunan fasilitas umum tersebut diharap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, baik sarana olahraga, alun-alun kota, pasar, sarana air bersih maupun kantor bupati," katanya.<br /><br />Kontrak tahun jamak tersebut dapat memberikan kemudahan pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak terhenti atau tidak terpaku pada tahun anggaran.<br /><br />Sedangkan kontrak dengan sistem tahun anggaran pelaksanaan pekerjaan bisa terhenti karena harus menunggu pembahasan APBD, sementara proyek mulai berjalan diperkirakan antara April – Mei atau selama empat bulan kegiatan tidak jalan. <strong>(das/ant)</strong></p>