Murung Raya Programkan Gerakan Bangun Peturasan

oleh

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah pada 2011 memprogramkan gerakan pembangunan tempat buang kotoran (peturasan) atau Water Closet (WC) untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. <p style="text-align: justify;">"Mulai tahun ini saya memprogramkan gerakan bangun WC, sebagai sarana yang penting setiap rumah tangga, sehingga masyarakat tidak lagi membuang air ke sungai," kata Bupati Murung Raya, Willy M Yoseph di Puruk Cahu, Selasa.<br /><br />Menurut Willy, selama ini masyarakat yang tinggal di bantaran sungai baik di kawasan anak sungai maupun Sungai Barito sebagian besar masih mengandalkan sungai untuk keperluan sehari-hari seperti Mandi Cuci Kakus (MCK).<br /><br />Kebiasaan ini, kata dia, perlu dirubah dengan rencana pemerintah daerah membangun WC di setiap rumah tangga, sehingga aktivitas warga itu tidak mencemari sungai yang berdampak pada kesehatan.<br /><br />Kegiatan ini dilakukan melalui program pemerintah daerah setempat yakni gerakan membangun desa menggatang utus (Gerbangdesamu) pada seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Murung Raya.<br /><br />"Saya bertekad memberikan himbauan dan penyuluhan akan arti pentingnya pola hidup sehat dalam diri masyarakat, termasuk hal hal yang dianggap sepele padahal sangat penting dan bermanfaat," katanya.<br /><br />Willy menjelaskan, pembangunan peturasan mungkin dianggap sesuatu fasilitas yang tidak penting, karena masyarakat khususnya di pedesaan mengandalkan sungai sebagai tempat MCK.<br /><br />Padahal selama ini sungai juga sebagai sumber kehidupan, karena masyarakat desa memanfaatkan air sungai untuk diminum, memasak, mandi dan mencuci serta keperluan lainnya.<br /><br />"Kebiasaan tidak sehat ini harus segera dirubah dan pemerintah daerah segera melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar setiap rumah miliki peturasan sendiri," jelasnya.<br /><br />Pemerintah di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini menargetkan hingga 2013 nanti, seluruh rumah tangga khususnya masyarakat yang tinggal di dekat sungai sudah memiliki WC di dalam rumahnya.<br /><br />Berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik setempat kabupaten paling utara Kalteng ini jumlah WC-nya paling sedikit dibanding kabupaten lainnya.<br /><br />"Mungkin kedengarannya lucu, namun WC merupakan sarana penting yang wajib dimiliki setiap rumah tangga di daerah ini," kata Willy. <strong>(das/ant)</strong></p>