Musim Hujan, Waspada Kerusakan Jalan

oleh

Menjelang akhir tahun, biasanya musim hujan akan tiba. Ada satu hal yang perlu diwaspadai saat musim hujan, yakni kerusakan jalan. <p>Di beberapa wilayah Kabupaten Sekadau, masih terdapat ruas jalan yang belum dalma kondisi mantap. Sebagian besar masih berupa jalan tanah kuning. Jalan dengan kondisi ini sangat mudah rusak jika diguyur hujan.<br /><br />Mengomentari hal itu, anggota komisi B DPRD Sekadau, Liri Muri meminta agar potensi kerusakan jalan akibat faktor cuaca dapat diantisipasi, terutama oleh perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Sekadau. Karena, mayoritas jalan yang berpotensi mengalami kerusakan berada dalam wilayah investasi perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit.<br /><br />“Pihak perusahaan-perusahaan diharapkan bisa membantu mengantisipasi kerusakan jalan karena sekarang sudah memasuki musim penghujan. Kami minta perusahaan peduli dengan hal ini,” kata Liri, belum lama ini.<br /><br />Kepedulian dari para investor, kata Liri, sangat diperlukan. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu dari bentuk implementasi program corporate social responsibility (CSR).<br /><br />“Diharapkan investor tidak hanya ingin mengambil keuntungan tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat sekitar,” saran Liri.<br /><br />Salah satu ruas jalan yang paling riskan mengalami kerusakan saat musim hujan adalah ruas jalan poros tiga Belitang. Beberapa waktu lalu, empat perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berinvestasi di wilayah tersebut telah bersepakat untuk membagi tanggungjawab perawatan jalan tiga Belitang. Komitmen tersebut diharapkan tak hanya sekedar diatas kertas.<br /><br />“Kami harapkan pihak perusahaan yang sudah sepakat merawat jalan betul-betul menepati komitmennya, jangan hanya di depan pemerintah saja bilang ini-itu tapi di lapangan cuek-cuek saja,” desak Stepanus J, salah satu warga Kecamatan Belitang Hulu ditemui terpisah.<br /><br />Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo menyatakan, pihaknya memiliki pos anggaran khusus untuk mengantisipasi kerusakan jalan secara mendadak, misalnya terkena longsor atau rusak akibat hujan. Namun demikian, dana tersebut jumlahnya terbatas dan hanya dapat dipergunakan untuk keperluan insidentil saja.<br /><br />“Ada dananya, nilainya seratus juta rupiah,” katanya singkat. (KN)</p>