Musim Kemarau, Kapuas Telan Korban

oleh

Air hujan tercurah cukup deras dibumi Senentang. Entah benar atau tidak, mitos yang menyebutkan bahwa hujan baru akan turun bila telah ada yang tenggelam di sungai Kapuas saat musim kemarau seperti terbukti. <p style="text-align: justify;">Pasalnya pada Rabu (27/06/2012) sekitar pukul 13.00 siang kemarin, Kiki (10) warga Sungai Durian kelurahan Kapuas Kanan Hulu hilang terseret arus deras sungai kapuas saat berenang. Siang itu, Kiki dan dua orang temannya tengah mandi di tepian sungai kapuas yang memang sudah kering dan mulai memunculkan pasir. <br /><br />Setelah merasa puas berenang, dua rekan kiki segera naik ke atas. Namun tidak demikian dengan Kiki. Menurut penuturan teman Kiki, putra bungsu Harun ini melihat seekor binatang sungai yang menyerupai kepiting. <br /><br />Lantaran penasaran, ia terus berenang mengejar kepiting itu. Tak sadar, ia telah berada di tengah sungai dan terbawa arus. Dua teman Kiki yang melihat temannya tenggelam sempat meminta tolong kepada warga, namun derasnya arus sungai membuat warga tak bisa berbuat banyak. <br /><br />Kapolsek kota AKP. W. Pasaribu Sintang melalui kanit reskrim Ipda Zulfikar Koto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga tentang tenggelamnya bocah berumur 10 tahun pada Rabu (27/06/2012). <br /><br />“Dari kemarin sore sampai hari ini kami terus melakukan pencarian dengan menyisir tepian sungai kapuas. Tapi sampai detik ini, kami belum menemukan jenazah almarhum. Mohon bantuan kepada masyarakat bila ada yang melihat jenazah untuk segera menginformasikan kepada kami atau keluarga korban,”ujarnya.<br /><br />Kanit reskrim juga menghimbau kepada para orang tua yang memiliki anak dan suka bermain di sungai di musim kemarau ini untuk lebih waspada. Sebab meskipun debit air sedikit, namun arusnya sangat deras. <br /><br />Pantauan media ini di lapangan, keluarga korban memasang tenda di tepi sungai untuk memantau bila jenazah korban timbul ke permukaan. <br /><br />“Orang tua korban hanya menemukan sepeda dan baju korban ada di tepi sungai,”ungkap salah seorang warga setempat yang berada di sekitar tenda. <strong>(ast)</strong></p>