Musim Kemarau, Masyarakat Di Himbau Untuk Hati-Hati

oleh

Kemarau berkepanjangan akan memberikan ancaman kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Sintang. Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Sintang menyebutkan, adabeberapa kecamatan yang rawan terjadi kebakaran secara meluas, yakni,Daerah ketungau,Serawai Ambalau dan daerah kayan hulu. <p style="text-align: justify;">“dari beberapakecamatan tersebut  dikatakan rawan kebakaran karena daerahnya banyak<br />semak belukar. Jadi sangat tinggi potensinya terjadi kebakaran lahandan hutan,” ungkap Seketaris Dishut Elisa Gultom.<br /><br />Di katakannya Untuk menjaga dari kebakaran itu, dia mengatakan,memberikan larangan keras kepada perusahaan perkebunan kelapa sawityang melakukan pembukaan lahan (land clearing) dengan cara membakar.<br /><br />Dijelaskannya, ada sanksi hukum yang dapat diterapkan kepada mereka yang membakar hutan atau lahan. Sanksi-sanksi itu, di antaranya, UUNomor 41/1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 23/1997 tentang LingkunganHidup dan UU Nomor 18/2004 tentang Perkebunan. Di mana ancaman hukumannya mulai dari penjara hingga denda.<br /><br />“Bagi yang tidakmengindahkan, akan kita ambil tindakan tegas, mengacu pada aturan yang<br />ada,” tegasnya.<br /><br />Khusus untuk masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, Gultom hanya memberikan imbauan agar tidak membakar. Jika pun harus membakar, harus menggunakan sekat pengaman agar apinya tidak meluas ke lokasi lahan lainnya.<br /><br />Disarankan juga kepada warga yang menggunakan kendaraan melintas di jalan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.<br />“Karena ini juga berpotensi terjadi kebakaran hutan,” katanya.<br /><br />Seperti Himbauan Bupati Sintang belum lama ini,mengatakan bahwa Perusahaan yang terbukti membakar lahan akan ditindak tegas. Kalau masyararakat masih diperbolehkan asalkan lahan yang akan dibakar ada penyekat dan lahan yang dibuka tidak luas.<br /><br />“Ancaman bahaya kebakaran ini pun tidak saja kepada masyarakat saat membuka lahan melainkan juga ancaman kebakaran di rumah penduduk. Ini juga harus menjadi perhatian bersama,” tegas Milton. <strong>(phs)</strong></p>