Musuh Alami Turunkan Populasi Ulat Bulu Probolinggo

oleh

Musuh alami terbukti mampu menurunkan populasi ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sampai pada ambang yang tidak merugikan, kata peneliti hama ulat bulu dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suputa. <p style="text-align: justify;">Musuh alami terbukti mampu menurunkan populasi ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sampai pada ambang yang tidak merugikan, kata peneliti hama ulat bulu dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suputa.<br /><br />"Berdasarkan pengamatan lapangan, musuh alami yang berperan dalam penurunan populasi ulat bulu di Probolinggo adalah patogen serangga Paecilomyces sp serta parasitoid larva-pupa Compsilura concinnata dan Brachymeria lasus," katanya di Yogyakarta, Minggu.<br /><br />Menurut dia, peranan musuh alami itu dibantu dengan aplikasi pestisida secara bijaksana yang dilakukan hanya satu kali oleh Dinas Pertanian Jawa Timur menggunakan bahan aktif Deltametrin di beberapa tempat dan Lamda sihalotrin di tempat lain.<br /><br />"Wabah ulat bulu di Probolinggo telah teratasi dengan baik dan tidak lagi menjadi masalah yang serius," kata dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.<br /><br />Ia mengatakan, kondisi itu diharapkan mendukung untuk fase pembungaan dan pembentukan mangga yang sempurna karena buah tersebut sangat tergantung pada iklim khususnya musim kemarau dan hujan yang jelas. Jika musim bunga telah tiba dan terjadi hujan, maka bunga-bunga tersebut akan rontok dan tidak menghasilkan buah.<br /><br />"Berdasarkan hasil penelitian Tim Pertanian UGM, hanya Probolinggo yang menjadi daerah paling parah terkena dampak wabah ulat bulu, sedangkan di daerah lain masih dalam batas ambang yang normal. Tercatat ulat bulu menyerang 14.000 tanaman mangga milik petani d Probolinggo," katanya.<br /><br />Menurut dia, pengamatan dilakukan pada tanaman mangga, meliputi keadaan fisik tanaman, jumlah populasi ulat bulu per pohon, dan penghitungan tingkat parasitasi baik oleh parasitoid maupun patogen.<br /><br />"Hasil pengamatan sementara menunjukkan populasi ulat bulu di Probolinggo cukup rendah, hanya dijumpai 2-5 ulat per tanaman, bahkan beberapa tanaman mangga sama sekali tidak terdapat ulat bulu. Tingkat parasitasi pupa ulat bulu khususnya Arctornis sp mencapai 85,15 persen," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, Tim Pertanian UGM juga telah melakukan evaluasi populasi ulat bulu dan musuh alaminya melalui sosialisasi pemanfaatan tabung Pendama sebagai sarana konservasi musuh alami dan melakukan pemasangan lampu ultraviolet untuk menangkap ngengat ulat bulu.(Eka/Ant)</p>