Naikan Golongan, Guru Harus Bisa Buat Karya Tulis Ilmiah

oleh

Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Melawi, Joko Wahyono mengatakan, karya tulis Ilmiah merupakan salah satu syarat untuk kenaikan pangkat para guru pada golongan III-b keatas dan guru harus bisa membuat karya tulis ilmiah. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut menurut Kadisdik, merujuk pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN & RB) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru, yang ingin naik jenjang menjadi golongan III-b ke atas, demikian diungkapkan Kadisdik Melawi, Joko Wahyono beberapa hari yang lalu. <br /> <br />“Regulasi yang dibebankan kepada guru untuk kenaikan pangkat dengan membuat karya tulis ilmiah, merupakan bukti profesional dalam tugasnya. Membuat karya tulis juga untuk mendapat skor angka kredit dalam penetapan angka kredit guru yang berasal dari unsur pengembangan diri dan profesi,” katanya Joko.  <br /><br />Lanjut Joko, karya tulis ilmiah menjadi syarat yang wajib, Yang mana untuk guru Sekolah Dasar (SD) yang akan mengajukan kenaikan pangkatnya, dengan karya tulis ilmiah bahan ajarannya. <br /><br />“Untuk guru SMP dan SMA, SMK karya tulis ilmiahnya berupa penelitian tindakan kelas,” terangnya.<br /><br />Untuk memenuhi itu semua, pihaknya bekerjasama dengan IKIP PGRI Pontianak sudah berupaya melakukan sosialisasi terkait karya tulis ilmiah kepada para guru. Yang mana hasil karya tulis ilmiah para guru di Melawi nantinya akan diterbitkan di media jurnal yang diterbitkan oleh IKIP PGRI Pontianak. <br /><br />“Kami terus berupaya melakukan sosialisasi ke setiap UPT. Pada 25 April lalu, kami melaksanakan sosialisasi ke UPT I Nanga Pinoh, kemudian 26 April, kami sosialissi ke UPT III, dan 28 April kami ke UPT II Belimbing di Batu Buil, dank e UPT IV di Kota Baru pada 29 April,” ucapnya.<br /><br />Sampai saat ini, tambah Joko,  guru-guru di Melawi masih ditahap pembelajaran. Namun pihakya mempunyai target dalam pendampingan pembuatan karya tulis ilmiah tersebut. <br /><br />“Target pendampingan 20 orang Guru SD, 50 orang guru SMP, SMA dan SMK, yang mana pendampingan dilakukan cuma-cuma tanpa biaya,” ujarnya.<br /><br />Di Melawi sendiri, kata Joko baru hanya 15 orang guru saja yang bisa naik pangkat dari golongan  Iv-a ke IV-b. “Kebanyakan guru mentoknya di golongan IV-a. makanya kita berupaya penuh agar para guru ini bisa naik pangkat golongan,” pungkasnya. (KN)</p>