Naikkan Porsi Belanja Publik

oleh
oleh

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2012 dalam proses pembahasan, belanja pegawai masih mendominasi, wakil rakyat berharap pengeluaran untuk pegawai itu diperketat sehingga anggaran untuk belanja publik bisa bertambah. <p style="text-align: justify;">“Selama ini porsi anggaran untuk belanja pegawai selalu lebih besar dari belanja publik,” kata Usmandy, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang kepada kalimantan-news.com.<br /><br />Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Sintang ini mengatakan paling tidak tiap tahun anggaran, porsi belanja pegawai lebih dari 50 persen.<br /><br />“Tentunya kebutuhan belanja harus diperhitungkan dengan matang sehingga pengeluaran yang tidak perlu dan tidak mendesak dalam porsi belanja pegawai bisa dikurangi atau tidak di masukkan sehingga porsi untuk belanja publik bertambah,” jelasnya.<br /><br />Ia mengatakan memberikan porsi belanja publik yang lebih besar tentunya akan menjadi stimulus yang baik bagi percepatan proses pembangunan menuju kesejahteraan rakyat.<br /><br />“Meskipun peran APBD terhadap akselerasi pembangunan dalam satu wilayah kabupaten tidak terlalu besar, namun peran untuk mendorong produktivitas daerah terbuka luas," katanya.<br /><br />Ketua Fraksi Kerakyatan DPRD Sintang ini mengatakan program-program kegiatan APBD tahun 2012 hendaknya menjadi faktor stimulan yang mendorong peningkatan produktivitas, investasi dan penciptaan lapangan kerja baru di berbagai sektor perekonomian.<br /><br />“APBD juga harus memberi kemudahan bagi seluruh warga Sintang dalam memenuhi kebutuhan layanan dasar secara keseluruhan,” ucapnya.<br /><br />Dengan usulan anggaran yang masih lebih besar porsi belanja pegawai dibanding belanja publik, ia mengatakan kondisi ini hendaknya disadari dan menjadi dasar motivasi bagi seluruh jajaran pegawai untuk meningkatkan produktivitas dan konerja pelayanan.<br /><br />“Karena komponen terbesar APBD kita saat ini masih berada pada belanja pegawai,” tukasnya.<br /><br />Menurutnya, lewat penerimaan di luar DAK dan DAU tentunya diharapkan dimasa mendatang komposisi belanja langsng bisa lebih besar dari belanja tidak langsung.<br /><br />“Ini semata agar dampak langsung dan tidak langsung dari meningkatnya belanja APBD benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>