NAKER – Posko THR Kotim Untuk Tampung Pengaduan Pekerja

oleh

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membuka posko untuk menampung pengaduan pekerja yang mengalami ketidakadilan dalam pembayaran tunjangan hari raya. <p style="text-align: justify;">"Perusahaan yang mampu memberi THR, tapi besarannya tidak sesuai aturan, laporkan. Kami ada posko pengaduan THR di kantor kami," kata Kepala Dinsosnakertrans Kotim Fadlian Noor di Sampit, Selasa.<br /><br />Warga yang ingin menyampaikan pengaduan terkait THR, bisa mendatangi kantor Dinsosnakertrans di Jalan Jenderal Sudirman Sampit. Pengaduan dilayani setiap jam kerja setiap harinya.<br /><br />Posko pengaduan THR tersebut selalu dibuka tiap tahun. Namun selama ini, sebut Fadlian, belum ada pekerja mengadukan perusahaan yang tidak memberikan THR sesuai hak-hak para karyawan.<br /><br />"Belum ada laporan itu bukan berarti semua perusahaan baik dan menunaikan kewajiban mereka membayar THR. Bisa saja karena karyawan takut, padahal mereka bisa mengadukannya ke posko ini," kata Fadlian.<br /><br />Ia mengatakan, THR harus sudah diberikan paling lambat satu minggu sebelum Lebaran atau Idul Fitri. Karyawan yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, berhak mendapatkan THR satu bulan gaji tanpa ada potongan.<br /><br />Untuk karyawan yang masa kerjanya belum sampai satu tahun, perusahaan juga wajib memberikan THR namun dihitung secara proporsional. Bahkan perusahaan juga diimbau memberi THR kepada karyawan meski statusnya sebagai karyawan lepas.<br /><br />"Ini juga terkait masalah kemanusiaan. Jadi dihitung secara proposional. Jangan diberikan dalam bentuk kue kering atau makanan. Berikan saja dalam bentuk uang yang perhitungannya dilakukan secara proporsional," kata Fadlian.<br /><br />Terkait musim mudik lebaran, Fadlian mengimbau agar seluruh perusahaan yang ada di Kotim mendata jumlah karyawan mereka yang mudik. Perusahaan juga diminta menyediakan angkutan yang layak bagi karyawan yang akan mudik. "Intinya memanusiakan manusia. Jangan diangkut pakai truk," ujarnya.  <strong>(phs/Ant)</strong><br /><br /><br /><br /></p>