Nanas Sampit Bawa Kotim Raih Muri Kelima

oleh

Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah berhasil memecahkan rekor dan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia untuk kategori makan nanas dengan jumlah peserta terbanyak. <p style="text-align: justify;">"Ini sengaja kami gelar untuk lebih memperkenalkan nanas Sampit yang memang sudah menjadi salah satu ikon dan hasil pertanian andalan Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Bupati Kotim, H Supian Hadi di hadapan ribuan peserta yang memadati Stadion 29 November Sampit, Selasa.<br /><br />Pemecahan rekor MURI makan nanas dengan jumlah peserta terbanyak merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Kabupaten Kotim yang tepat berulang tahun pada 7 Januari 2014 ini.<br /><br />Dalam pemecahan rekor MURI ini, panitia mengerahkan ribuan pelajar mulai tingkat dasar hingga sekolah menengah tingkat atas, mahasiswa serta guru. Antusias peserta sangat luar biasa, terlihat dari banyaknya peserta yang hadir, bahkan melebihi jumlah peserta yang diusulkan masuk dalam pemecahan rekor MURI yakni 7.114 orang.<br /><br />Angka 7.114 dipilih melambangkan HUT Kotim tahun ini yakni tanggal 7 bulan satu atau Januari tahun 2014. Tidak hanya pelajar, para pejabat setempat juga antusias berpartisipasi pemecahan rekor MURI tersebut.<br /><br />Hasil penghitungan oleh perwakilan MURI, jumlah peserta yang hadir dan memakan nanas berhasil mencapai target jumlah peserta yang diusulkan yakni 7.114 peserta. Artinya, Kotim berhasil memecahkan rekor dan menerima penghargaan MURI untuk kategori makan nanas dengan jumlah peserta terbanyak yakni 7.114 orang.<br /><br />"Rekor ini mampu memecahkan rekor makan nanas dengan jumlah peserta terbanyak yang sebelumnya ditorehkan Kota Palangka Raya pada 23 Oktober 2010 lalu yakni dengan jumlah peserta sebanyak 5.333 orang," kata Senior Manager MURI, Paulus Pangka yang datang untuk menyaksikan dan menyerahkan piagam MURI.<br /><br />Dengan pemecahan rekor MURI ini, berarti Kotim telah mengantongi lima rekor MURI. Sebelumnya, Kotim juga telah memecahkan rekor MURI untuk kategori tari manasai, minum air kelapa muda, tari giring-giring dan makan pentol bakso dengan jumlah peserta terbanyak.<br /><br />"Kita ingin nanas Sampit makin dikenal karena rasanya juga memang sangat enak. Kita bahkan sudah membangun bundaran tugu nanas di Kecamatan Kotabesi. Saya serius ingin lebih mengembangkan nanas agar bisa menjadi nilai tambah yang menjanjikan bagi masyarakat kita," kata," Supian Hadi.<br /><br />Astri, salah seorang pelajar yang turut berpartisipasi menjadi peserta makan nanas untuk pemecahan rekor MURI mengaku bangga bisa ikut terlibat mengharumkan nama daerah melalu acara itu.<br /><br />"Mudah-mudahan rekor ini membuat nanas Sampit dan Kotim makin terkenal sehingga makin banyak tamu yang datang dan berbelanja ke daerah kita. Dengan begitu, petani kita juga akan meningkat kesejahteraannya," harapnya.<br /><br />Sekadar diketahui, sejumlah daerah penghasil nanas di Kotim di antaranya Kecamatan Baamang dan Kotabesi. Nanas Sampit sudah cukup terkenal karena rasanya enak sehingga sering dijadikan oleh-oleh bagi para tamu yang berkunjung ke daerah ini. <strong>(das/ant)</strong><br /><br /></p>