Nasib Yansen, Tinggal Menunggu Putusan KPU

oleh

Sengketa pemilukada antara kubu Yansen Akun Efendy dengan KPU Sekadau belum berakhir. <p style="text-align: justify;">Namun, polemik ini mulai menatap babak baru. Itu setelah Panitia Pengawas Pemilihan (Pawnwaslih) Kabupaten Sekadau pada persidangan terakhir merekomendasikan agar KPU meloloskan kandidat bakal calon bupati yang diusung Golkar-PAN itu.<br /><br />Dalam sidang terakhir yang dihelat Kamis 3 September lalu, Panwas memberikan waktu tiga hari bagi KPU untuk berpikir sebelum mengambil keputusan terkait rekomendasi yang diberikan Panwaslih. Artinya, KPU punya waktu sampai tanggal 5 September.<br /><br />Namun demikian, KPU Sekadau belum dapat memberikan keterangan resmi tentang perkara tersebut. Komisioner KPU Sekadau divisi hukum, Marselinus Daniar menyatakan, pihaknya hingga kini belum mengambil putusan apapun.<br /><br />“Belum. Nanti beberapa hari ke depan lah. Nanti kami akan gelar konferensi pers,” jawab Marsel singkat.<br /><br />Sengketa ini sendiri bermula saat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sekadau secara mengejutkan menggugurkan pasangan Yansen-Saharudin sebagai peserta pemilu 2015. Pasangan ini digugurkan karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.<br /><br /&gt;KPU lewat surat keputusan nomor 74/kpts/kpu-kab/019.435718/2015 tentang penetapan pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati sekadau tahun 2015 menetapkan pasangan yang lolos sebagai peserta pemilu adalah Simson-Paulus Subarno, Rupinus-Aloysius dan Pensong-Kristian Amon. Sementara, nama Yansen-Saharudin tidak tertera dalam SK tersebut. <br /><br />Dokumen LHKPN milik H Saharudin yang disampaikan pada tanggal 7 Agustus 2015 dianggap tidak memenuhi syarat dan kemudian menjadi pertimbangan KPU untuk tidak meloloskan pasanganini. (KN)</p>