Natal Oikumene Umat Kristiani Kabupaten Sintang Berlangsung Meriah

oleh

Seluruh umat kristiani di Kabupaten Sintang sangat mensyukuri karena perayaan natal tahun 2013 sudah bisa dilaksanakan secara aman dan nyaman. Untuk itu umat kristiani untuk terus menjaga dan menghargai kebinekaan di dalam bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat memberikan sambutan dalam acara perayaan Natal Oikumene umat kristiani Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila pada Sabtu, 18 Januari 2014. <p>“Mari kita perkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat, melangkah bersama dan menghidupkan budaya gotong royong. Jadilah bangsa dan masyarakat yang rukun dan damai. Saat ini seringkali ada keraguan, mampukah bangsa kita hidup rukun dan damai di masa yang akan datang ditengah kemajemukan yang kita miliki. Untuk itu saya tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan umat kristiani untuk menjaga kebersamaan dengan umat beragama yang ada di Kabupaten Sintang” ajak Bupati Sintang.</p> <p>“Saya berharap para rohaniwan untuk terus menjaga kedamaian dengan selalu mengingatkan jemaatnya dan menanamkan saling menghargai kepada generasi muda. Penanaman tersebut perlu dilakukan sejak dini dan terus menerus kita lakukan” pinta Bupati Sintang.</p> <p>Joni sianturi ketua panitia natal oikumene menyampaikan bahwa maksud dari perayaan natal tersebut adalah untuk memupuk kebersamaan umat kristiani di kabupaten sintang. “Sangat bangga dengan kepedulian berbagai gereja yang ada di kota sintang dalam mendukung pelaksanaan natal oikumene ini” jelas Joni Sianturi.</p> <p>Pastor Yohanes Pranoto, Pr yang  menyampaikan pesan natal kepada seluruh umat kristiani di Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya.</p> <p>Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.</p> <p>Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi.</p>