Negosiasi Harga Tanah Bandara Kembali Gagal

oleh
oleh

Negosiasi harga tanah yang termasuk dalam areal perluasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan kembali gagal menyusul belum adanya kesepakatan harga. <p style="text-align: justify;">Sehari sebelumnya negosiasi harga tanah yang difasilitasi Tim Pembebasan Lahan Bandara juga gagal mencapai kata sepakat karena pemilik tanah tidak menerima tawaran harga yang disampaikan tim pembebasan.<br /><br />Negosiasi kedua digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru, Jumat, dihadiri puluhan pemilik tanah di Kelurahan Syamsudin Noor yang menyatakan belum bisa menerima harga yang disampaikan Tim Pembebasan Lahan.<br /><br />"Kisaran harga yang disampaikan tim pembebasan masih jauh dari harapan sehingga kami memutuskan belum bisa menerima harga yang ditawarkan," ujar Masru’i di depan Tim Pembebasan Lahan Bandara pada pertemuan itu.<br /><br />Pernyataan pemilik tanah yang tinggal di lingkungan RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor itu didukung hampir seluruh pemilik tanah lain sehingga mereka berangsur-angsur meninggalkan ruang pertemuan.<br /><br />Sebelumnya, Ketua Tim Pembebasan Lahan Bandara Syahriani Syahran menyampaikan kisaran harga yang dihitung berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sesuai klasifikasi tanah di kawasan yang akan dibebaskan.<br /><br />"Harapan kami, harga jual tanah harus lebih tinggi dari NJOP sehingga pemilik tanah tidak dirugikan karena jika mengacu NJOP maka harga tanah relatif rendah," ujar Syahriani yang juga Sekda Kota Banjarbaru itu.<br /><br />Disebutkan, klasifikasi tanah perumahan dan permukiman sesuai NJOP kisarannya sebesar Rp90.000 hingga Rp114.000 per meter persegi dan tanah kosong dihargai di kisaran Rp17.000 hingga Rp100.000 per meter persegi. Selain NJOP, tim pembebasan juga berpatokan taksiran harga tim independen yang menetapkan harga tanah klasifikasi tanah perumahan yang luasannya mencapai 11.128 meter persegi dihargai sebesar Rp226.000 per meter.<br /><br />Klasifikan tanah permukiman yang luasnya 109.609 meter persegi dihargai sebesar Rp165.000 per meter dan tanah kosong dengan luasan mencapai 473.319 meter persegi dihargai sebesar Rp128.000 per meter.<br /><br />"Perlu kami tekankan, harga tanah yang dibeli tidak boleh melebihi kisaran harga yang sudah diperhitungkan tim independen karena jika lebih dari itu maka bisa dikategorikan penggelembungan harga," ujarnya.<br /><br />Pertemuan yang dikawal puluhan aparat kepolisian dari Polres Banjarbaru dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja itu akhirnya ditutup karena belum tercapainya kesepakatan harga.<br /><br />"Kami meminta pemilik tanah berembuk untuk menyepakati harga. Jika sudah ada kesepakatan harga, segera sampaikan dengan tim pembebasan sehingga pertemuan bisa dilaksanakan lagi," kata Syahriani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>